Mengutip AFP, pemerintah setempat mengatakan bahwa seorang pria berusia 69 tahun meninggal dunia pada Rabu (15/9) di Wuhan - kota yang diduga menjadi pusat penyebaran virus korona dari keluarga yang sama dengan SARS.
Komisi Kesehatan Wuhan menyebut bahwa pria yang meninggal itu jatuh sakit pada 31 Desember dan kondisinya memburuk pada 4 Januari, dengan masalah paru dan beberapa fungsi organ rusak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komisi kesehatan Wuhan mengatakan 12 orang telah pulih dan dipulangkan dari rumah sakit, sementara lima orang lainnya dalam kondisi serius. Dua kasus lain telah terdeteksi - di Thailand dan Jepang - dengan menteri kesehatan di kedua negara mengatakan pasien telah mengunjungi Wuhan sebelum rawat inap.
Sampai saat ini China belum mengumumkan pembatasan perjalanan. Setelah kematian kedua dilaporkan, diskusi online menyebar di China mengenai keparahan virus corona Wuhan - dan seberapa banyak informasi yang disembunyikan pemerintah dari publik. (chs)