Studi terbaru yang dipublikasikan di Journal of Nutrition Education and Behavior menemukan bahwa anak-anak yang menonton program masak makanan sehat akan lebih memilih makanan sehat tersebut sebagai makanan dan camilan sehari-hari.
"Jika Anda menampilkan makanan sehat kepada anak-anak, maka dapat bermanfaat untuk meningkatkan nutrisinya. Bagi orang tua, penting untuk mengenalkan makanan sehat pada siang hari dengan metode yang berbeda, salah satunya program masak," kata peneliti Frans Folkvord, asisten profesor di Tilburg University, Belanda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Makanan sehat yang ditampilkan mulai dari tomat, bawang, buah-buahan, dan sayuran. Sedangkan makanan tidak sehat umumnya merupakan makanan cepat saji seperti hamburger, kentang goreng, mayones, dan croissant.
Pada akhir percobaan, anak-anak diberikan pilihan camilan sebagai bentuk hadiah karena sudah ikut berpartisipasi dalam penelitian.
Hasilnya, mayoritas anak yang menonton video masak makanan sehat lebih memilih makanan sehat itu sebagai camilan seperti potongan apel dan mentimun. Sedangkan pada anak yang menonton makanan tidak sehat lebih memilih makanan cepat saji sebagai camilan.
Lihat juga:Diet Keto Tak Selalu Tepat untuk Anak |
Selain menonton video masak, studi lain menunjukkan memasak bersama anak juga membantu anak memakan makanan sehat.
Makanan yang sehat seperti buah dan sayur memiliki nutrisi yang tinggi sehingga baik untuk tumbuh kembang, daya tahan tubuh, dan mencegah berbagai penyakit.
[Gambas:Video CNN]
(ptj/asr)