Melansir Healthline, tak semua bayi dapat dengan cepat menunjukkan gejala asfiksia. Namun, denyut jantung janin yang terlalu cepat atau lambat bisa menjadi indikator pertama.
Beberapa gejala asfiksia sendiri di antaranya kulit pucat atau membiru, kesulitan bernapas, detak jantung tak normal, dan otot yang lemah. Semakin lama bayi tak mendapatkan oksigen, semakin besar kemungkinan bayi mengalami gejala asfiksia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa hal mendorong timbulnya asfiksia, mulai dari kondisi ibu hingga proses persalinan. Ibu yang tak mendapatkan cukup oksigen dan mengalami tekanan darah tinggi atau rendah saat proses persalinan dapat mendorong timbulnya asfiksia. Kondisi bayi dengan jalan napas terhalang dan menderita anemia juga turut berkontribusi.
Selain itu, kondisi plasenta yang terpisah dari rahim terlalu cepat juga dapat menyebabkan asfiksia.
Oleh karena itu, selama persalinan, dokter harus memantau dan mencoba mengelola kadar oksigen untuk ibu dan bayi demi mengurangi risiko asfiksia.
Lihat juga:Cara Sehat Mencuci Botol Susu Bayi |
Bayi yang lahir dengan kondisi ini akan memerlukan alat bantu pernapasan. Suhu udara hangat juga mengurangi efek negatif dari asfiksia pada bayi baru lahir.
[Gambas:Video CNN]
(asr/asr)