Hal ini dilakukan menyusul kekesalannya setelah bintang Michelin-nya dikurangi gara-gara keju.
Di restoran barunya, Fontaine Gaillon di Paris, Veyrat mengatakan dia akan terus memasak kreasi "botani" yang menjadikan namanya, termasuk kerang yang dibumbui dengan hogweed liar dan disajikan dengan pure kurma dengan emulsi serai seharga 48 euro (US$53).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan memiliki hidangan yang berbicara tentang hutan, padang rumput gunung dan keju Savoy. Orang-orang membutuhkan itu, alami dan nyata," tambah koki itu.
"Saya tidak pernah menginginkan inspektur Michelin di sini," kata Veyrat kepada AFP ketika membuka restoran barunya Fontaine Gaillon di bekas rumah hunian besar abad 17 di Paris.
Lihat juga:Ragam Bintang Michelin untuk Restoran Taipei |
Juru masak flamboyan ini sebelumnya pernah 'menyeret' seorang inspektur Michelin ke pengadilan di tahun lalu karena mengurangi bintang Michelin di restoran miliknya Maison des Bois. Chef Veyrat kehilangan bintang Michelin ketiga di restoran andalannya di pegunungan Alpen Prancis.
Pria yang ikonik dengan topi Savoyard hitamnya ini mengecam inspektur Michelin karena dianggap tak kompeten dalam menilai makanan di restorannya dan menyebabkan turunnya peringkat Michelin miliknya.
Skandal ini populer dengan nama cheddar-gate. Kala itu, Veyrat mengklaim inspektur Michelin salah mengenali saffron sebagai keju cheddar.
"Saya menambahkan safron ke dalamnya, dan pria yang datang itu menyangka itu adalah keju cheddar karena warnanya kuning. Itukah yang Anda anggap pengetahuan yang sesuai? Ini gila," katanya dikutip dari France 24.
Foto: AP Photo/Mosa'ab ElshamySaffron rempah termahal di dunia |
Padahal, dia mengklaim tak menambahkan keju ke dalam souffle-nya.
Hal ini dianggapnya sebagai kesalahan konyol karena seharusnya seorang inspektur Michelin adalah orang yang memiliki pengetahuan luar biasa tentang bahan baku, teknik memasak, makanan, dan hal mendasar soal kuliner.
(chs)
Foto: AP Photo/Mosa'ab Elshamy