Hormon Seks Tak Seimbang, Wanita Italia Miliki Bulu dari Gusi

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 12/02/2020 19:54 WIB
Hormon Seks Tak Seimbang, Wanita Italia Miliki Bulu dari Gusi Ilustrasi: Ketidakseimbangan hormon seks dalam tubuh membuat seorang wanita Italia mengalami pertumbuhan bulu dari gusinya. (Foto: Istockphoto/LuckyBusiness)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rambut atau bulu yang tumbuh di tubuh adalah sesuatu yang wajar. Tapi, bagaimana jadinya jika rambut tumbuh di dalam mulut? Hal ini terjadi pada seorang wanita asal Italia yang memiliki rambut seperti bulu mata yang tumbuh dari gusinya.

Dilaporkan dalam jurnal Oral Surgery, Oral Medicine, Oral Pathology, and Oral Radiology, wanita itu didiagnosis mengidap sindrom ovarium polikistik (PCOS) pada 2009 silam dengan keluhan gejala yang sama. PCOS disebabkan oleh ketidakseimbangan kadar hormon seks dalam tubuh. PCOS dapat menyebabkan pertumbuhan rambut atau bulu berlebih, termasuk di wajah.

Pasien kemudian menjalani prosedur operasi untuk menghilangkan bulu dari mulut. Pasien juga diresepkan meminum pil KB secara rutin untuk mengatur kadar hormon. Beberapa bulan kemudian, dokter tak lagi menemukan rambut di mulutnya.


Melansir Live Science, enam tahun kemudian, pasien kembali mengalami hal yang sama. Dia diketahui telah berhenti mengonsumsi pil KB yang diresepkan. Rambut atau bulu berlebih ditemukan di bagian dagu, leher, serta di dalam mulut yang tumbuh dari gusi.

Dokter kembali mencabut bulu dan meminta pasien untuk kembali melakukan pemeriksaan. Tapi, tak sampai satu tahun kemudian, pasien dilaporkan memiliki lebih banyak bulu yang tumbuh dari gusinya.

Pertumbuhan bulu di dalam mulut adalah kasus langka. Literatur medis mencatat hanya ada lima kasus yang pernah terjadi.

Dalam hal ini, penulis berhipotesis bahwa pertumbuhan rambut pada gusi merupakan akibat dari ketidakseimbangan hormon yang disebabkan PCOS. Mereka mencatat, ketika pasien menghentikan konsumsi pil KB, bulu kembali tumbuh. Penulis menyebut, hal ini menjadi kasus pertama pertumbuhan bulu dalam gusi yang disebabkan oleh PCOS.

"Tak ada obat untuk [menyembuhkan] PCOS. Pasien berisiko kembali memiliki bulu," ujar ahli kesehatan gigi Foggia University, Khrystyna Zhurakivska. Namun, perawatan lanjutan dengan kontrasepsi hormonal akan membantu mengurangi gejala.

Hingga saat ini, masih belum jelas bagaimana bulu bisa tumbuh dari gusi. Namun, peneliti meyakini bahwa memiliki kelenjar sebaceous--kelenjat di kulit yang mengeluarkan minyak dan dihubungkan dengan folikel rambut--adalah hal yang wajar bagi sebagian orang.

[Gambas:Video CNN]

(asr/asr)


ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA