Purana menggunakan print dengan teknik dan motif batik yang dibuat dengan menggunakan kain dari serat alami. Kolaborasi dengan seniman Emma yang berasal dari Yogyakarta serta label perhiasan Amero menampilkan sebuah koleksi yang ringan, fresh, dan terlihat modern.
Beberapa potongan dibuat longgar dengan side strap, side belt, hingga teknik wrap, yang memungkinkan cara pemakaian yang berbeda tergantung bentuk tubuh. Sebuah atasan yang dinamai Becca dibuat dengan bagian punggung terbuka dan memiliki detail serut di bagian belakang yang menghasilkan efek kerutan yang lebih natural daripada teknik kerut butterfly ataupun plisse.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang menarik, tidak ada satupun sepatu berhak tinggi yang muncul di atas runway. Alih-alih flat sandals yang feminin, sang desainer Nonita Respati menampilkan sepatu sandal yang dipasangkan dengan kaos kaki berwarna-warni. Topi-topi jerami bertepi lebar dan beach bag anyaman melengkapi koleksi ini, membuatnya koleksi musim panas yang ideal.
Purana bersama kolaborator label perhiasan Amero berencana menampilkan koleksi musim panas 2021 di Paris Fashion Week. Sebelum mereka menampilkan koleksinya di Paris, mereka memiliki beberapa tantangan, seperti absennya potongan formal ataupun siluet dan teknik yang groundbreaking.
Foto: CNNIndonesia/Andry NovelinoKoleksi terbaru Purana |
Memikat dengan batik tidaklah mudah ketika dunia mode internasional masih dipenuhi semangat streetwear, slogan, dan sportswear serta dibumbui narasi keberlanjutan, konsep ramah lingkungan, kesetaraan gender, dan isu-isu sosial lainnya.
Namun dengan modal inspirasi Indonesia yang kaya dan kualitas jahitan yang rapi dan terkontrol, Purana bisa menjadi label Indonesia yang meramaikan fesyen dunia. (fdi/chs)
Foto: CNNIndonesia/Andry Novelino