Para ahli mengklaim bahwa transfusi plasma darah membuat pasien yang tengah berada dalam kondisi 'darurat' membaik dalam waktu 24 jam. Perbaikan dilihat dari berkurangnya kadar virus dan tingkat peradangan, yang diikuti pula oleh peningkatan kadar oksigen dalam darah.
"Pasien yang telah pulih dari Covid-19 akan menghasilkan antibodi yang dapat membunuh dan menghilangkan virus," tulis China National Biotec Group, mengutip Fortune. Dengan tidak adanya vaksin dan obat khusus, lanjut mereka, penggunaan plasma darah adalah cara paling efektif untuk mengobati infeksi dan dapat mengurangi jumlah kematian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengomentari hal tersebut, para ahli setuju bahwa cara tersebut bisa jadi pendekatan yang menjanjikan untuk pasien virus corona yang kritis. Namun, mereka mengimbau para dokter dan tenaga medis untuk tetap waspada akan kemungkinan efek samping.
Mengutip Live Science, antibodi merupakan protein yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus, bakteri, dan senyawa asing lainnya dalam tubuh. Namun, tubuh memerlukan waktu untuk meningkatkan produksi antibodi.
Orang yang telah pulih dari Covid-19 memiliki antibodi terhadap virus yang beredar di dalam darah. Menyuntikkan antibodi (yang terdapat dalam plasma darah) ke pasien yang berada dalam kondisi kritis disebut mampu melawan infeksi.
Dengan kata lain, perawatan ini mentransfer kekebalan tubuh penyintas ke pasien yang masih sakit. Pendekatan sejenis ini sebelumnya telah digunakan untuk melawan pandemi flu.
Di bawah pedoman Food and Drug Administration (FDA), obat-obatan eksperimental dapat diberikan dalam situasi darurat. Meski FDA tak berperan dalam persetujuan obat di China, prinsip yang sama juga diberlakukan di Negeri Tirai Bambu. Plasma darah hanya diberikan pada pasien yang tengah kritis.
Transfusi plasma darah hanya satu dari banyak pilihan pengobatan yang dipertimbangkan para ahli untuk mengatasi virus yang telah menginfeksi lebih dari 63 ribu orang dan mencatat lebih dari 1.300 kematian.
Otoritas Kesehatan China juga telah mendaftarkan plasma darah sebagai salah satu langkah perawatan pasien virus corona yang berada dalam kondisi kritis dalam pedoman pengobatan terbarunya.
[Gambas:Video CNN]
(asr/asr)