Di tengah kota berpopulasi 2,5 juta orang itu, setidaknya 204 orang dilaporkan terjangkit virus corona.
Dengan demikian, total 346 orang terinfeksi virus corona di Korea Selatan, menjadikan Negeri Ginseng sebagai negara dengan kasus Covid-19 terbanyak kedua setelah China.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mencerminkan namanya, Daegu terletak di basin yang dikelilingi pegunungan, yakni Palgong-san di utara, Biseul-san di selatan, kaki bukit Gaya-san di barat, dan satu deretan bukit kecil di timur.
Tak hanya gunung, kota seluas 884,15 kilometer persegi ini juga diapit aliran sungai Geumho dan Nakdong.
Iklim di Daegu pun terbilang teduh dan hanya berjarak sekitar 278 kilometer dari tenggara Ibu Kota Seoul sehingga banyak turis berwisata ke kota tersebut.
Salah satu situs wisata di Daegu. (Istockphoto/Sanga Park) |
Orang-orang dari seluruh penjuru negeri mengunjungi tempat itu karena mereka percaya bahwa Buddha akan mengabulkan keinginan yang dipanjatkan di tempat tersebut.
Daegu masuk ke dalam kategori provinsi di Korea Selatan, yang dipimpin oleh Wali Kota Kim Bum-il.
Kualitas apel yang dikembangkan di Daegu juga sudah dikenal di wilayah Asia Timur. Daegu bahkan mendapat julukan layaknya Malang, yakni Kota Apel karena buah apel yang berlimpah dan berkualitas.
Kota ini juga semakin terkenal setelah sempat menjadi tuan rumah empat pertandingan Piala Dunia 2002.
[Gambas:Video CNN]
Daegu juga merupakan pusat lalu lintas kereta api pedalaman Korea. Jalur kereta api utama yang melintasi daerah ini adalah Gyeongbu Line.
Stasiun kereta api terbesar di kota itu, Stasiun Dongdaegu, merupakan tempat lalu lintas penumpang terbesar kedua di Korsel setelah Stasiun Seoul.
Akses ke daerah itu juga mudah karena ada kereta cepat dari Seoul ke Busan yang melewati Daegu dengan durasi perjalanan hanya sekitar 1 jam.
Tak hanya kereta, Daegu juga bisa diakses dengan kendaraan bermotor dan pesawat terbang dari dalam maupun luar Korsel. (ara/has)
Salah satu situs wisata di Daegu. (Istockphoto/Sanga Park)