Studi terbaru yang dipublikasikan jurnal JAMA Urology meneliti hubungan diet atau pola makan dengan fungsi testis pria.
"Ini merupakan studi terbesar di dunia yang menguji diet dengan fungsi testis," kata peneliti dari Harvard TH Chan School of Public Health, Feiby Nassan dikutip dari CNN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria dengan pola makan buruk ini menghasilkan sekitar 68 juta sperma lebih sedikit dibandingkan pria yang mengonsumsi makanan seimbang dan lebih sehat. Seorang pria dianggap memiliki jumlah sperma yang rendah jika menghasilkan kurang dari 39 juta sperma per ejakulasi atau kurang dari 15 juta sperma per mililiter.
Sedangkan pria yang banyak makan ikan, ayam, buah, sayuran, dan minum air memiliki jumlah sperma yang paling tinggi atau 68 juta lebih banyak dibandingkan pola makan buruk. Jumlah sperma itu diikuti oleh kelompok semi vegetarian dan vegetarian yang memiliki sperma 33 juta lebih tinggi dibandingkan kelompok pola makan buruk.
Makanan laut, unggas, kacang-kacangan, biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran memiliki antioksidan dan asam lemak omega-3 yang baik untuk produksi sperma.
Lihat juga:Cara Alami Mengurangi Asam Lambung GERD |
Dalam waktu yang sama kadar testosteron, hormon untuk membangun massa otot dan meningkatkan gairah seks juga ikut berkurang.
Jumlah sperma yang rendah berdampak buruk pada kemampuan pria untuk menghasilkan keturunan dan kunci kesehatan secara keseluruhan.
"Kesuburan bukan hanya penting untuk menghamili pasangan, tapi juga terkait dengan kesehatan umum dan harapan hidup seorang pria," kata Nassan.
[Gambas:Video CNN] (ptj/sfr)