Aturan Pantang dan Puasa Katolik di Masa Prapaskah

tim, CNN Indonesia | Rabu, 26/02/2020 14:22 WIB
Berpuasa dan berpantang di masa Prapaskah dimulai sejak Rabu Abu. Namun ada beberapa aturan yang harus dipahami. Berpuasa dan berpantang di masa Prapaskah dimulai sejak Rabu Abu. Namun ada beberapa aturan yang harus dipahami. (Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rabu (26/2), umat Katolik merayakan Rabu Abu sebagai tanda dimulainya masa Prapaskah. Di hari tersebut, umat Katolik akan menerima abu di dahi. Abu ini melambangkan penyesalan akan dosa dan tanda pertobatan. Di hari ini pula, umat Katolik akan memulai masa berpantang dan berpuasa.

Masa pantang dan puasa ini dimulai di hari Rabu Abu selama 40 hari sampai Jumat Agung.

Mengutip Katolisitas, aturan puasa dan pantang umat Katolik berbeda dengan puasa lainnya. Berikut aturan puasa dan pantang Katolik


Pantang wajib dilakukan oleh orang yang sudah berusia di atas 14 tahun. Sedangkan puasa wajib dilakukan pada orang Katolik yang sudah berusia 18 tahun sampai 60 tahun.

Puasa wajib dilakukan pada Rabu Abu dan Jumat Agung. Namun diperbolehkan jika ingin berpuasa selama 40 hari sampai Jumat Agung. Puasa berarti makan kenyang satu kali.


Sedangkan pantang wajib dilakukan pada Rabu Abu dan setiap hari Jumat selama masa Prapaskah sampai Jumat Agung. Pantang bisa dipilih sendiri sesuai kemampuan misalnya pantang daging, ikan, garam, jajan, atau rokok. Namun sebaiknya hal yang dipantang adalah hal-hal yang disukai.

"Berpuasa dan berpantang itu bukan soal menahan marah dan lapar. Puasa itu tidak menahan," kata Pastor RD Paulus Christian Siswantoko dari Komisi Kerasulan Awam KWI saat Misa Rabu Abu CT Corp, Rabu (26/2).

"Kalau menahan berarti setelah berbuka puasa, maka Anda boleh marah dan boleh makan sepuasnya. Misalnya makan tiga kali, lalu karena puasa jadi makannya ditahan sampe jam buka lalu makan sebanyak tiga kali porsinya."

"Puasa itu bukan menahan, tapi mengurangi." 

Pastor Paulus mengungkapkan bahwa ketika berpuasa selama 40 hari dan mengurangi berbagai macam dosa favorit atau dosa yang dilakukan setiap hari, maka puasa dan pantang yang dilakukan ini akan membantu mengembalikan diri menjadi anak-anak Tuhan. Puasa dan pantang disebut juga sebagai 'mati raga' dengan harapan bisa mematikan semua hal-hal buruk dalam raga (tubuh) manusia dan kembali suci usai peristiwa penyaliban dan kebangkitan Yesus saat Paskah sebagai lambang penebusan dosa.


"Pada akhirnya, ini akan mengurangi beban dosa yang selama ini dilakukan dan bertobat."

Puasa dan pantang, dikatakannya akan menjadi sebuah sarana diet.

"Puasa bukan cuma soal makanan dan menahan nafsu. Tapi puasa itu juga diet. Diet dari segala dosa."

Hanya saja ketika menjalankan perintang pantang dan puasa, umat Katolik juga diminta untuk tulus dan melakukannya untuk Tuhan, bukan untuk pamer.


Hal ini dituangkan dalam Injil Matius 6:16-18.

"Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supata orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu." (chs)