Direktur Utama (Dirut) Badan Otoritas Pariwisata Danau Toba (BOPDT) Arie Prasetyo mengatakan Raja dan Ratu Belanda akan mengunjungi Danau Toba pada 13 Maret 2020 setelah mendarat di Bandara Sisingamangaraja XII (Silangit) Kabupaten Tapanuli Utara (Taput).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di sana ada rumah adat Batak yang berusia ratusan tahun dan masih ditempati oleh masyarakat. Tentu nantinya Raja dan Ratu Belanda akan mengambil foto shoot dan akan di share kepada media-media Belanda," jelasnya.
[Gambas:Video CNN]
Sejumlah tempat di Toba Samosir juga akan dikunjungi, sebelum kemudian mendatangi lokasi terakhir yakni Parapat di Kabupaten Simalungun.
"Ke Samosir dengan menggunakan kapal. Nantinya ada dilakukan jumpa pers secara resmi. Raja dan Ratu Belanda dalam lawatannya juga membawa serta media-media ternama di Belanda. Ini menjadi point utama dalam mempromosikan industri pariwisata tanah air, khususnya di Danau Toba," urainya.
Kunjungan Raja dan Ratu Belanda ke Danau Vulkanik terbesar di dunia itu, lanjut Atie, tentu membawa dampak positif untuk mempromosikan pariwisata Danau Toba. Sehingga lawatan itu dapat menarik wisatawan mancanegara (Wisman) terutama dari Belanda.
Arie berharap dengan kunjungan Kepala Negara Belanda tersebut Pemerintah Indonesia dapat mendukung dengan mengembalikan penerbangan dari Amsterdam-Bandara Kualanamu Internasional Airport (KNIA) di Kabupaten Deli Serdang.
"Semoga didukung dengan penerbangan langsung dari Belanda ke Kualanamu. Tapi, kemarin ada Garuda. Tapi, suatu dan lain hal diberhentikan. Semoga dari kunjungan Raja belanda ini, kembali diaktifkan penerbangan tersebut," bebernya.
(fnr/arh)