Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan, penularan virus corona bukan melalui udara, melainkan dari droplet. Nama terakhir merupakan cairan yang keluar dari tubuh orang yang terinfeksi, umumnya saat batuk dan bersin.
Penularan terjadi saat seseorang menyentuh permukaan benda yang terpapar, kemudian tanpa sadar menyentuh mata, hidung, atau mulut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
Lewat komik mini, ada beberapa alternatif memberikan salam yang bisa Anda coba. Beberapa salam alternatif itu di antaranya melambaikan tangan, mengatupkan kedua tangan di dada atau depan bibir seperti salam orang Thailand, atau bersentuhan siku.
"Dengan menghindari jabat tangan, Anda bisa menekan risiko infeksi. Jadi, adopsi alternatif cara memberikan salam ini," ujar ahli penyakit infeksi, Dale Fisher, yang juga merupakan Direktur Global Outbreak Alert and Response Network WHO, melansir NBC News.
Bukan cuma di Singapura, alternatif memberikan salam juga disarankan di beberapa negara lain. Pemerintah Prancis merekomendasikan warga agar tidak memberikan salam dengan berciuman.
Sementara sebagai otoritas kesehatan dunia, WHO menyarankan masyarakat untuk melakukan 'social distancing' atau jarak sosial. Social distancing sendiri merujuk pada istilah yang diterapkan sebagai tindakan pengendalian infeksi yang diambil oleh otoritas kesehatan untuk menekan risiko kontak antara masyarakat dengan orang-orang yang terinfeksi.
Social distancing umumnya dilakukan dengan penutupan sekolah, penghentian aktivitas kerja di luar layanan penting, isolasi, pembatalan izin keramaian, pembatasan transportasi umum, hingga penutupan fasilitas rekreasi.
Selain itu, WHO juga menyarankan masyarakat untuk menjaga jarak setidaknya 1 meter dari siapa pun yang diketahui mengalami gejala batuk dan bersin. Jarak yang terlalu dekat memungkinkan Anda menghirup cairan yang mengandung virus.
[Gambas:Video CNN]
(els/asr)