Penelitian dari Yale University yang dipublikasikan di jurnal Science Advances ini merupakan studi pertama di dunia yang menunjukkan bawa nikotin dan bahan kimia lain dari rokok dapat ditularkan melalui benda dan pakaian yang terpapar asap rokok.
Studi ini mendapati bau rokok yang tertinggal pada seseorang atau benda-benda itu bersifat karsinogen atau memicu munculnya kanker.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:7 Manfaat Berhenti Merokok yang Tak Disadari |
Berbeda dengan perokok pasif, perokok ketiga sama sekali tak mengisap asap rokok. Mereka hanya mencium residu nikotin dan bahan kimia lain dari tembakau yang tersisa saat seseorang sudah tidak lagi merokok. Bahan kimia itu bisa menempel di dinding, tempat tidur, karpet, dan permukaan lainnya, termasuk tubuh dan pakaian perokok.
Senyawa itu juga dapat bereaksi dengan oksidan atau partikel lain di udara. Reaksi kimia itu bahkan dapat menciptakan senyawa baru yang berbahaya.
Penelitian ini melakukan percobaan di sebuah bioskop saat pemutaran film berlangsung. Peneliti mendapati paparan pada bau rokok sepanjang film sama dengan paparan pada satu hingga 10 batang rokok.
"Jika temuan itu benar, implikasinya adalah pada dasarnya kita perlu membuat semuanya bebas asap rokok. Dan satu-satunya cara agar Anda dapat melakukannya adalah dengan melarang merokok di mana-mana," ahli kardiovaskular, Jagat Narula, mengomentari penelitian ini.
[Gambas:Video CNN]
(ptj/asr)