Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menyebut dalam laporan mereka, Handwashing: A corporate activity, perempuan lebih sering mencuci tangan dibandingkan dengan pria.
"Hanya 31 persen pria dan 65 persen wanita yang rajin mencuci tangan setelah menggunakan toilet umum," demikian keterangan mereka, seperti dikutip Channel News Asia, Minggu (8/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami telah menambah jumlah poster di toilet umum, sehingga pengunjung dapat teringat akan pentingnya kebersihan dengan mencuci tangan," ungkap seorang juru bicara perpustakaan.
Selain itu, sebuah penelitian Universitas Michigan pada 2013 meneliti sekitar empat ribu pengguna toilet di sekitar Lansing Timur, Michigan.
Berdasarkan penelitian tersebut, sebanyak 14,6 persen pria bahkan tidak mencuci tangannya sama sekali. Sementara, 35,1 persen mencuci tangannya, namun tidak menggunakan sabun.
Seorang eksekutif Humas di New York juga mengatakan, sejak penyebaran virus corona, dia mulai memperhatikan kebiasaan cuci tangan para pria di tempat bekerja. Ia mengatakan banyak pria yang tidak mencuci tangannya setelah buang air kecil.
"Jika Anda berdiri di kamar mandi pria di tempat kerja, dan melihat mereka keluar dari toilet, mereka kebanyakan tidak mencuci tangannya," imbuhnya.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, tulisan yang dipublikasikan American Journal of Infection Control pada 2001 menemukan bahwa staf medis wanita di Unit Perawatan Koroner "secara signifikan mencuci tangan mereka lebih sering daripada rekan-rekan pria mereka setelah melakukan kontak dengan pasien".
Kalangan perempuan dengan tingkat kesadaran tinggi terhadap kebersihan tangan biasanya lulusan universitas yang telah memasuki usia paruh baya. Pernyataan tersebut diterbitkan dalam salah satu jurnal BMC Public Health, yang pernah melakukan survei pada 2019.
Dilaporkan New England Journal of Medicine, ketika awal kemunculannya di China, virus corona disebut lebih rentan menginfeksi kalangan pria. Pada akhir Januari 2020, lebih dari 58 persen dari sekitar seribu pasien positif Covid-19 di China adalah pria.
Kendati demikian, para peneliti jurnal tersebut belum mengaitkan korban corona dengan kebersihan tangan.
(agn/mik)