Tak Menyentuh Wajah Jadi Tantangan Sulit di Tengah Corona

Tim, CNN Indonesia | Senin, 09/03/2020 12:49 WIB
Anjuran untuk menghindari menyentuh wajah di tengah wabah corona ini terdengar mudah, tapi rupanya penerapannya sulit dilakukan. Ilustrasi: Anjuran untuk menghindari menyentuh wajah di tengah wabah corona ini terdengar mudah, tapi rupanya penerapannya sulit dilakukan. (Foto: Istockphoto/fotostorm)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selain mencuci tangan dengan sabun yang mengandung antiseptik, larangan menyentuh area wajah juga jadi pokok anjuran di tengah wabah virus corona jenis baru atau SARS CoV-2. Penyebaran dan penularan infeksi virus corona atau Covid-19 diyakini bisa dihambat dengan menghindari kebiasaan menyentuh wajah. Terutama mata, hidung juga mulut.

Tangan yang terkontaminasi bisa dengan mudah membawa virus dan menginfeksi tubuh melalui sentuhan tersebut.

Imbauan itu terdengar mudah, tapi faktanya sukar dilaksanakan. Salah seorang pejabat kesehatan di California jadi bulan-bulanan di media sosial lantaran mengingkari nasihatnya sendiri. Sara Cody saat itu mengumumkan bahwa salah satu cara melindungi diri dari virus corona adalah dengan tidak menyentuh wajah.


"Mulailah dengan tidak menyentuh wajah Anda, karena salah satu jalan virus menyebar adalah ketika Anda menyentuh mulut, hidung atau mata Anda," kata Sara Cody. Tapi nasihat ini lantas diikuti gestur menjilat jari telunjuknya ketika membalik halaman pengumuman yang dibacanya.

[Gambas:Youtube]

Dikutip dari CNN, studi pada 2015 yang digarap Sydney University mengamati kegiatan mahasiswa kedokteran melalui video. Dalam rekaman tersebut para mahasiswa tertangkap beberapa kali menyentuh wajah mereka. masing-masing dari 26 calon dokter yang diamati itu menyentuh wajah mereka rata-rata 23 kali per jam.

Sementara hampir dari setengah waktu kegiatan mereka atau sekitar 44 persen melibatkan kontak dengan mata, hidung atau mulut.

Di tengah penyakit menular Covid-19 yang menewaskan lebih dari 3.900 orang, para pejabat kesehatan menekankan pentingnya menghindari menyentuh wajah dengan jari-jari yang boleh jadi terkontaminasi virus.

Alasan Menyentuh Wajah Jadi Tantangan Sulit di Tengah CoronaFoto: CNN Indonesia/Fajrian


Menyentuh dengan Aman

Kebiasaan menyentuh wajah kadang dikaitkan dengan tingkat stres. Seperti kebanyakan perilaku, sentuhan ke wajah secara terus-menerus sejak usia muda akan menjadikan aktivitas ini jadi kebiasaan.

Orang menyentuh wajah karena berbagai alasan. Salah satu studi pemerintah federal pada 2014 yang dikutip CNN menyatakan, langkah itu sebagai cara untuk membantu mengurangi stres. Menyentuh wajah juga dikaitkan dengan gestur untuk meredam ketidaknyamanan.

"Gerakan menyentuh wajah sendiri secara spontan dilakukan berlipar setiap kali manusia dalam situasi penuh tekanan. Gerakan-gerakan ini biasanya tidak dirandang untuk berkomunikasi, dan sering dilakukan dengan sedikit kesadaran atau bahkan tak sadar sama sekali," jelas seorang spesialis penyakit menular di Gainesville Florida, dokter Dawn Mueni Becker.

Tapi jika Anda tak bisa menghentikan kebiasaan tersebut bukan berarti ini adalah akhir dunia, kata Becker. Ada beberapa cara untuk mencegah infeksi dari sentuhan wajah.


"Bangun kesadaran sebelum menyentuh wajah. Kesadaran ini akan membantu Anda mengurangi intensitas menyentuh wajah," kata Becker.

Selain itu, identifikasi tanda-tanda gejala pilek atau keinginan untuk bersin. Segera siapkan tisu di dekat Anda untuk mencegah tangan langsung menyentuh wajah.

Sementara Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan untuk mencuci tangan dengan air dan sabun selama 20 detik. Jika air tak tersedia, Anda bisa menggunakan pembersih tangan atau hand sanitizer berbasis alkohol setidaknya 60 persen.


Tapi menurut CDC, air dan sabun dengan antiseptik lebih efektif untuk menangani tangan kotor.

Sebelum menyentuh wajah, pikirkan ulang, tangan Anda telah menyentuh pelbagai benda sepanjang hari. Mulai dari telepon genggam, gagang pintung, kunci motor, pintu, lift atau lainnya yang tak Anda ketahui apa yang menempel pada benda-benda itu.

Bayangkan, seluruh bakteri, virus atau kuman dari barang-barang itu berpotensi berpindah ke tubuh Anda melalui tangan yang menyentuh hidung, mulut atau juga mata Anda. Atau bahkan menginfeksi wajah atau leher Anda. Tak ada yang tahu, karena mikroorganisme itu tak kasat mata.

[Gambas:Video CNN] (NMA/NMA)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK