"Protokol PDPI dalam bagian tatalaksana ada chloroquine posphate, tapi itu hanya untuk pneumonia Covid-19 berat dan berat dengan komplikasi," kata Agus lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (21/3).
Menurut Agus, penggunaan chloroquine tidak bisa diterapkan pada kasus covid-19 ringan. Bahkan, jika tidak hati-hati, penggunaan chloroquine akan mengganggu ginjal dan liver pengguna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Rumus Melawan Virus |
Sementara, yang termasuk dalam klasifikasi berat dengan komplikasi yakni memiliki gejala serupa tapi juga disertai komplikasi berupa Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) atau cairan dalam kantung udara kecil dan elastis pada paru-paru.
Gejala ARDS biasanya termasuk napas menjadi sangat pendek, sesak napas, tekanan darah turun, banyak berkeringat, dan sebagainya.
Selain ARDS, komplikasi yang dimaksud juga bisa berupa sepsis dan syok sepsis (peradangan di seluruh tubuh akibat infeksi).
Obat chloroquine phospate merupakan obat yang murah dan sudah digunakan dalam dunia medis sejak 70 tahun lalu. Chloroquine aman digunakan pada dosis rendah dan sedang, tapi juga dapat menjadi racun dalam dosis yang tinggi.
Pil kina terkenal karena keampuhannya menyembuhkan dan mencegah malaria. Tak hanya malaria, kina juga digunakan pada sejumlah penyakit.
Kandungan antivirus dan antiinflamasi dalam kina bisa melawan penyakit seperti rheumatoid arthritis, dan lupus erythematosus. Manfaat kina juga digunakan untuk mengatasi masalah pencernaan seperti kembung, memperbaiki fungsi perut, kram, dan untuk kesehatan kulit.
Infeksi virus corona bisa dicegah dengan cara cuci tangan. (CNN Indonesia/Fajrian). |
Infeksi virus corona bisa dicegah dengan cara cuci tangan. (CNN Indonesia/Fajrian).