Masker harus menempel di wajah pemakai. Untuk perlindungan maksimal, masker harus ditutup rapat di sekitar hidung.
Namun, dalam lingkungan yang serba cepat dan penuh tekanan, masker yang menempel pada wajah dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan kerusakan kulit. Hal ini ditemukan dalam sebuah makalah anyar di Inggris.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Makalah yang diterbitkan dalam Journal of Wound Care pada Februari lalu berfokus pada masalah kulit yang bisa disebabkan oleh penggunaan masker dan alat pelindung diri (APD) lainnya yang digunakan di bagian wajah.
Salah satunya adalah meningkatnya risiko ulkus dekubitus. Nama terakhir merupakan kondisi luka yang disebabkan oleh tekanan secara terus menerus pada permukaan kulit.
Lihat juga:7 Mitos Virus Corona yang Tak Terbukti |
Ousey menyarankan agar para pemakai masker-khususnya tenaga medis-untuk membuat kulit tetap terhidrasi dan menjaga kelembapannya. Gunakan krim pelembap setidaknya 30 menit sebelum menggunakan masker.
"Kami menyarankan agar tekanan dari masker dilonggarkan setiap dua jam sekali. Anda [tenaga medis] dapat menjauh sementara dari pasien dan membersihkan permukaan kulit Anda," pungkas Ousey. (asr/asr)