Dengan memadukan buah-buahan dan sayuran, Anda bisa mendapatkan serat penuh yang menyehatkan tubuh dari segelas smoothie.
Jika dibuat dengan cara yang tepat, smoothie juga bisa memberikan protein, lemak, dan karbohidrat yang seimbang. Hal ini jelas berbeda dengan jus yang sebagian besar hanya memberikan karbohidrat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Batasi pemanis tambahan
Jika memungkinkan, batasi penggunaan pemanis tambahan. Sebagai gantinya, gunakan buah utuh sebagai satu-satunya pemanis dalam smoothie Anda.
Berbeda dengan pemanis tambahan yang hanya mengandung gula, buah menyediakan serat, vitamin, mineral, dan nutrisi lainnya bersamaan dengan rasa manis alami yang dimiliki.
Masukkan buah-buahan seperti pisang, mangga, nanas, atau jeruk yang dapat memberikan rasa manis maksimal.
2. Masukkan sayuran
Untuk tambahan vitamin dan mineral, coba lah memasukkan sayuran ke dalam smoothie Anda.
Bayam, wortel, bit, atau labu bisa menjadi pilihan yang tepat. Seledri dan mentimun juga bisa dijadikan pelengkap smoothie, meski tak padat nutrisi seperti sayuran berwarna lainnya.
Menambahkan setidaknya satu bahan kaya protein akan membuat smoothie terasa lebih mengenyangkan dan cocok sebagai menu sarapan lengkap.
Anda bisa memilih yogurt rendah lemak atau susu skim yang tinggi protein. Perlu dicatat, beberapa jenis susu seperti susu almond menyediakan protein hanya dalam jumlah sedikit.
4. Tambahkan nutrisi pelengkap lainnya
Agar semakin sehat, tambahkan aneka nutrisi pelengkap lainnya. Anda bisa menambahkan aneka kacang, alpukat, biji rami, gandum, dan bahan-bahan bernutrisi lainnya.
5. Hitung kalori
Anda juga disarankan untuk menghitung kalori dalam segelas smoothie yang diracik. Hal ini dilakukan untuk memastikan Anda tak mengonsumsi terlalu banyak kalori dalam segelas smoothie.
Sebagai sarapan, 400 kalori menjadi batas tertinggi pada smoothie. Sementara untuk camilan, perhatikan agar smoothie tak sampai mengandung lebih dari 200 kalori.
(asr/asr)