Penelitian dari Federal University of Juiz de Fora, Brasil ini merupakan studi pertama yang menganalisis hubungan perilaku kucing saat berpisah dengan pemiliknya. Penelitian serupa pernah dilakukan pada anjing.
Penelitian ini dilakukan dengan mengamati 223 kucing dari 130 pemilik. Hasilnya, peneliti menemukan, kucing-kucing yang berpisah dari pemiliknya mengalami stres yang terlihat dari perilaku yang nakal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:7 Cara Membuat Rumah Wangi Sepanjang Waktu |
Studi ini menemukan sejumlah perilaku nakal seperti pipis sembarangan dan mencakar-cakar benda saat kucing ditinggal pemiliknya di rumah.
Hampir 67 persen kucing menunjukkan perilaku merusak barang-barang, diikuti dengan bersuara berlebihan, buang air kecil dan buang air besar bukan pada tempatnya, depresi, agresif, dan cemas.
Temuan menarik lainnya adalah kucing yang berperilaku buruk tinggal tanpa orang dewasa perempuan, dengan pemilik berusia 18-35 tahun dan tanpa mainan.
"Kucing tumbuh dalam kegiatan yang rutin dan orang yang berusia 18 hingga 35 tahun cenderung memiliki gaya hidup yang kurang dapat diprediksi, mungkin lebih banyak bepergian, jadwal kerja yang tidak teratur, larut malam. Kucing benar-benar membutuhkan keteraturan itu dalam hidup mereka, dan saya pikir orang tua melakukan pekerjaan yang sangat bagus untuk menyediakan kebutuhan kucing," kata konsultan perilaku kucing Ingrid Johnson.
Jika kucing Anda nakal saat ditinggal pergi, Johnson menyarankan untuk menyediakan mainan agar kucing tidak bosan. Mainan dapat memberi stimulasi sensorik dan juga tantangan tersendiri untuk kucing. (ptj/asr)