Studi dipimpin oleh Jianyun Lu dari Guangzhou Center for Disease Control and Prevention. Tim mempelajari 10 kasus berbeda di 3 keluarga berbeda yang makan di restoran yang sama di Guangzhou. Ini berdasar kasus infeksi di Guangzhou pada akhir Januari lalu.
"Aliran udara yang kuat dari AC bisa menyebarkan droplet," tulis dalam laporan studi mengutip dari Science Times.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasien pertama mengalami demam dan batuk di hari berikutnya lalu memeriksakan diri ke rumah sakit. Dalam waktu dua minggu, empat anggota keluarga lain, tiga anggota keluarga di meja lain dan dua anggota keluarga dari meja lain terinfeksi virus corona.
"Dari hasil pemeriksaan rute potensial transmisi, kami menyimpulkan penyebab paling memungkinkan adalah transmisi droplet. Kami menyimpulkan bahwa outbreak ini, transmisi droplet didukung oleh AC. Faktor kunci dari infeksi adalah arah aliran udara," sebut peneliti dalam laporannya mengutip dari South China Morning Post.
Akan tetapi, peneliti menyadari temuan kurang konsisten dengan transmisi aerosol. Namun, lanjut mereka, aerosol cenderung mengikuti aliran udara dan konsentrasi aerosol yang lebih rendah pada jarak yang lebih jauh mungkin tidak cukup untuk mengakibatkan infeksi di bagian lain restoran.
"Untuk mencegah penyebaran virus di restoran, kami merekomendasikan melebihkan jarak antarmeja dan menyediakan ventilasi," imbuh mereka. (els/chs)