Tanya
Bagaimana Islam memandang budaya patriarki?
Jawab
Narasumber: Wakil Ketua Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU), Dr. Phil. Syafiq Hasyim, MA
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Patriarki berasal dari bahasa Inggris, 'patriarchy', yang berarti 'rules of the father'. Istilah ini berarti aturan yang mengikuti tradisi kebapakan. Dalam tradisi ini, nilai kebudayaan, sosial, dan politik didasarkan pada kaum laki-laki.
Pada saat itu, kedatangan Islam ke tanah Arab merupakan sebuah upaya mengkoreksi budaya patriarki yang berlaku di sana.
Kala itu, masyarakat Arab merendahkan dan tidak memandang perempuan sebagai manusia. Bayi-bayi perempuan digugurkan, ibu-ibu tidak dihormati, kaum perempuan dimarginalisasi. Kondisi ini menjadi salah satu yang direspons Islam di tanah Arab pada saat itu.
Ajaran Islam datang ke bumi mewartakan soal perlunya bersikap adil, setara, dan saling menghargai sesama manusia tanpa didasarkan pada perbedaan, termasuk perbedaan jenis kelamin.
Dengan demikian, budaya patriarki tak sesuai dengan Islam. Justru, budaya patriarki lah yang dikoreksi oleh Islam. Karena Islam memuliakan laki-laki dan perempuan.
[Gambas:Video CNN] (asr/asr)