Keduanya melangsungkan pernikahan di sebuah green house yang 'disaksikan' oleh aneka tanaman di dalamnya.
"Kami menyukai upacara pernikahan yang intim dan keunikan pernikahan kami bakal jadi sesuatu yang bakal diceritakan buat anak kami kelak," ujar Lin, mengutip Metro UK.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi, pandemi Covid-19 dan lockdown mengubah segalanya. Maksimal tamu undangan yang diperbolehkan hanya 15 orang. Pesta pun harus ditunda hingga tahun depan.
Namun, Lin dan Lam tak ingin melewatkan momen ikatan suci pernikahan. Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk melangsungkan upacara pernikahan di green house dengan pastor, kedua orang tua Lam, dan satu orang fotografer. Sedangkan orang tua Lin menyaksikan pernikahan anak mereka melalui aplikasi Zoom.
Mereka menyadari banyak biaya yang sudah keluar demi pernikahan impian seperti dekorasi, juga busana untuk anggota keluarga. Namun, hidup masih harus berlanjut di tengah ketidakpastian kapan pandemi berakhir. Keduanya pun tak ingin melewatkan 11 April 2020 begitu saja.
"Kami juga cukup beruntung telah mendapat sertifikat pernikahan dan menyelesaikan registrasi sebelum penutupan di Maret lalu. Dari semua tantangan akibat pandemi, kami tetap merasa beruntung dan kami bersyukur karenanya," imbuhnya.
Meski tak dihadiri oleh keluarga besar dan para sahabat juga teman, ada inisiatif unik teman-teman Lam. Mereka memarkirkan kendaraan di seberang rumah mereka berdua keesokan harinya. Rombongan ini pun membuat papan ucapan selamat dan minum sampanye. Selain itu, bridesmaid sekaligus teman dekat Lin juga membuat video ucapan dari teman dan keluarga yang tersebar di berbagai negara.
"Teman dan keluarga kami memberikan kejutan dengan penuh cinta dan membuat hari kami terasa sangat spesial." (els/asr)