Selama Pandemi Hotel di Spanyol Ubah Fungsi Jadi Panti Werdha

AP, CNN Indonesia | Rabu, 29/04/2020 09:31 WIB
Marguerite Mouille, 94, waves goodbye to her visiting daughter at the Kaisesberg nursing home, eastern France, Tuesday April 21, 2020. France banned all nursing home visits early in the pandemic, and many residents have been confined to their rooms for weeks, because the coronavirus has been especially dangerous for the elderly. France made an exception to its strict virus confinement measures to allow families to visit relatives in nursing homes since Monday. (AP Photo/Jean-Francois Badias) Ilustrasi. (AP Photo/Jean-Francois Badias)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah jaringan hotel internasional di Spanyol memberikan kamarnya sebagai tempat perawatan kaum lansia di tengah pandemi virus corona.

Maria de los Angeles Hernandez dan Juan Reguero, masing-masing berusia 81 dan 83 tahun, dievakuasi dari rumah perawatan mereka dan dibawa ke salah satu hotel di pusat kota Madrid bersama dengan 10 orang lainnya untuk memastikan mereka tidak tertular COVID-19 dari penghuni panti werdha.

Hotel ini menyediakan kamar dengan fasilitas dan layanan lengkap, termasuk dokter dan perawat.


Hernandez dan Reguero berada dalam kondisi kesehatan yang baik selama pandemi, dan mereka ingin tetap seperti itu hingga lockdown Spanyol dicabut.

Mereka merindukan kehidupan mereka di panti werdha, tetapi senang dengan perawatan di hotel yang mereka terima.

"Kami diperlakukan dengan sangat baik," kata Reguero.

"Kami punya dokter, perawat, teman, dan banyak yang bisa dibaca."

Pasangan itu mengatakan mereka merasa aman berada di hotel, di mana total 32 pekerja merawat 12 "tamu istimewa".

Meskipun hotelnya nyaman dan adanya kepastian perawatan medis, rasa sedih masih terasa karena sanya kerabat tak diizinkan menjenguk.

"Yang terburuk di sini? Sepi," kata Felisa Plaza yang berusia 89 tahun.

"Kamu tidak bisa melihat keluargamu, cukup hubungi mereka melalui telepon, tetapi semuanya normal."

Nuria Zamora, yang mengawasi perawatan tamu baru di hotel, mengatakan ketika mereka takut dengan apa yang terjadi saat pertama tiba.

"Kami harus menyelesaikannya dengan departemen pekerjaan psikologis dan sosial, karena beberapa rekan mereka di panti werdha sedang sakit dan sakit parah."

Tantangan lainnya adalah mengadaptasi kamar hotel jangka pendek agar lebih nyaman untuk ditinggali lebih lama oleh penghuni yang membutuhkan perawatan khusus.

"Kita harus menyesuaikan semua yang ada di ruangan, dari furnitur, seperti lukisan, kamar mandi, tetapi yang terpenting adalah membawa staf medis, petugas kesehatan, hal-hal yang tidak dimiliki hotel," Zamora dijelaskan.

Pada hari Senin (27/4), Hernandez dan Reguero menerima hadiah yang disumbangkan oleh yayasan perawatan sosial.

Reguero menyukai musik dan dia sekarang dapat mengganti radio lamanya dengan radio CD baru untuk mendengarkan salah satu penyanyi favoritnya, Miguel de Molina, dalam suara berkualitas tinggi.

Hernandez menerima dompet baru untuk mempersiapkan dirinya ketika kehidupan normal kembali.

Spanyol memiliki 23.521 kasus kematian akibat virus corona dan 80 persen korban di antaranya adalah orang berusia di atas 70 tahun, kebanyakan dari mereka tinggal di panti werdha.

[Gambas:Video CNN]

(ard)