Tren Virtual Photoshoot, Pemotretan Terbatas Layar Kaca

tim, CNN Indonesia | Senin, 04/05/2020 19:38 WIB
Ilustrasi fotografer di studio Belakangan ini ramai muncul tren virtual photoshoot yaitu pemotretan yang dilakukan secara virtual. Berikut penjelasannya. (SplitShire)
Jakarta, CNN Indonesia -- Akhir-akhir ini beredar foto-foto selayaknya hasil jepretan langsung para fotografer. Padahal selama pandemi virus corona seperti sekarang, ada PSBB, larangan keluar rumah dan menjaga jarak. Namun rupanya pemotretan-pemotretan tersebut dilakukan tanpa ada pertemuan fisik antara fotografer dan modelnya.

Tren ini disebut 'virtual photoshoot' alias sesi foto virtual. Menurut Allwyn Antony, tren ini diawali oleh fotografer asal Italia, Alessio Albi. Sejak Maret 2020, dia sudah melakukan sesi pemotretan lewat layar laptopnya.  

"Dia adalah seorang yang pertama mempopulerkan fotografi virtual di Instagram," ujar fotografer yang berbasis di Bengaluru ini mengutip dari Times of India.


Bagaimana eksekusi sesi foto virtual?

Berbeda dengan sesi foto biasanya, sesi foto virtual sangat mengandalkan komunikasi fotografer dan model. Melalui FaceTime, Whatsapp video call atau aplikasi lain, keduanya akan mengomunikasikan pencahayaan, latar, busana, riasan wajah sekaligus tata rambut.



Barangkali sulit dibayangkan, fotografer musti mengarahkan model lewat layar ponsel. Kemudian si model juga perlu memperhitungkan pencahayaan dan sudut terbaik pengambilan gambar. Namun dari pengalaman Vogue Italia saat melakukan sesi foto bersama Bella Hadid, sesi foto virtual ini tampak menyenangkan.

Fotografer Brianna Capozzi harus melakukan sesi foto tanpa bertemu secara fisik dengan Hadid maupun pengarah gaya, Haley Wollens. Proses pemotretan pun jadi berbeda. Segalanya mereka lakukan via FaceTime mulai dari tes pose, fitting, hingga eksekusi.

[Gambas:Instagram]

"Sangat senang bisa mengalami momen intim kami bertiga, opini siapapun dipertimbangkan, dan selalu banyak canda," kata Capozzi pada Vogue Italia mengutip dari Insider.

Tak hanya Vogue Italia, media lain pun mulai memanfaatkan sesi foto virtual seperti GQ dan Marie Claire. Di Indonesia, sesi foto virtual mulai dieksplorasi dan ini tampak pada beberapa unggahan di Instagram.

Kunci dari sesi foto virtual rupanya tak jauh beda dengan sesi foto langsung. Anda perlu menangkap spot sempurna dan sudut yang pas.

"Saya menyampaikan pada model dan menyelesaikan latar, pakaian dan gaya rambut. Kemudian ponsel model ditempatkan pada sudut yang tepat dan saya mengklik gambar pada aplikasi yang memungkinkan kita untuk memotret gambar langsung," jelas Abhishek Golecha, fotografer yang berbasis di Mumbai.


Selama pandemi, peluang untuk eksplorasi sesi foto virtual memang akan terbuka lebar. Tak hanya untuk keperluan komersial, sesi foto ini juga bisa untuk eksplorasi hobi. Namun setelah pandemi, akankah tren ini tetap berlanjut?

[Gambas:Instagram]

Sebagian mungkin berkata iya, termasuk Antony. Sebagian lain masih menanti 'kebebasan' untuk menemukan momen interaksi antarmanusia dalam fotografi seperti yang diungkapkan oleh fotografer Vasanth Saravanan. Albi pun sempat menuliskan dirinya tidak ingin melanjutkan sesi foto seperti ini saat pandemi mereda.

"Menurut saya, aspek manusia terlalu penting dan diperlukan untuk fotografi secara keseluruhan. Tetapi saya sangat berpikir ini bakal bertahan dan jadi 'game changer' buat orang-orang yang tidak bisa bergerak atau hanya untuk diunggah di media sosial. Mari tetap berkreasi tanpa batas," tulis Albi dalam unggahan di akun Instagramnya. (els/chs)

[Gambas:Video CNN]


ARTIKEL TERKAIT