Acara yang dihelat oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini bakal mengajak turis yang kini sedang 'di rumah aja' mengunjungi; Kompleks Candi Borobudur, Kompleks Candi Prambanan, Situs Manusia Purba Sangiran, Sistem Subak Bali sebagai Manifestasi Filosofi Tri Hita Karana, dan Tambang Kuno Batubara Ombilin Sawahlunto.
Deputi Produk Wisata dan Penyelenggara Events Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Rizki Handayani berharap melalui webinar ini masyarakat dapat mengenal lebih jauh nilai-nilai yang ada sehingga dapat mendukung keberlanjutan (sustainability) secara ekonomi, sosial, dan lingkungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, dalam webinar ini juga akan diberikan ilmu tentang teknik penyampaian nilai-nilai tersebut melalui penceritaan (storytelling) di media sosial, dengan cara dan metode yang mampu menambah pengalaman berwisata dan menarik orang untuk mengunjunginya.
"Melalui media ini, nilai-nilai tersebut dapat disampaikan secara naratif baik melalui visual, audio, photo caption/text, ataupun kombinasi tiga metode tersebut," kata Rizki.
"Narasi yang dibangun melalui storytelling yang baik, akan mampu memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat, menambah pengalaman berkunjung wisatawan, hingga membangun rasa penasaran bagi orang-orang untuk mengunjungi situs-situs tersebut nantinya," lanjutnya.
Narasumber yang hadir adalah Founder Komunitas Historia Indonesia, Asep Kambali yang akan berbicara tentang 'Jejak Sejarah Heritage Tourism Candi Borobudur'.
Sementara narasumber kedua adalah Astrid Savitri, seorang penulis yang akan membahas 'Storytelling Produk Wisata melalui Media Sosial'.
Webinar Wisata Heritage ini terbuka untuk umum. Peserta yang ingin bergabung dapat mendaftar lebih dulu melalui link ini.
[Gambas:Video CNN]
(ard)