Pentingnya Hikmah Ramadan Kejujuran dalam Penanganan Covid-19

Tim, CNN Indonesia | Senin, 18/05/2020 11:34 WIB
Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan cepat  atau rapid test COVID-19 di Pasar Sentra Antasari, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (4/5/2020). Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin melakukan rapid test secara acak terhadap juru parkir, pedagang dan orang-orang  yang berpotensi terpapar COVID-19 saat beraktivitas di ruang publik. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/pras. Ilustrasi: Kejujuran merupakan hikmah utama pelaksanaan ibadah selama Ramadan, dan manfaat ini dinilai relevan dengan konteks penanganan Covid-19. (Foto: ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kejujuran diketahui merupakan hikmah utama dari pelaksanaan puasa pada bulan Ramadan ini. Terlebih menurut Katib Suriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Asrorun Niam jika kejujuran dikaitkan dengan pandemi virus corona yang kini tengah dihadapi masyarakat global.

Salah satu hikmah dan manfaat berupa kejujuran tersebut sangat relevan dalam konteks ikhtiar percepatan penanganan kasus Covid-19.

"Kejujuran individu-individu Muslim dan kejujuran seluruh warga negara akan sangat bermanfaat dalam proses percepatan penanganan Covid-19. Sebaliknya, ketidakjujuran kita bisa berdampak kepada penularan dan juga penyebaran," terang Asrorun dalam rekaman video kepada CNNIndonesia.com.



"Pada saat screening kita sampaikan sejujurnya sesuai dengan apa yang kita alami, apa yang kita rasakan, dan apa kondisi faktual yang kita laksanakan," lanjut dia lagi.

Asrorun yang juga Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut mengimbau umat Islam untuk menerapkan dan mengutamakan kejujuran. Sebab dalam kondisi wabah, kejujuran amat penting untuk proses contact tracing atau penelusuran kontak orang yang mungkin terpapar infeksi virus corona (Covid-19).

"Jangan sampai ketidakjujuran kita merugikan orang lain, kita pernah berinteraksi dengan orang yang PDP atau positif Covid-19 tetapi kita tidak jujur menyampaikan informasi sehingga bisa membahayakan orang lain," Asrorun mengingatkan.

[Gambas:Video CNN]

Mengutip hadis Rasulullah, Asrorun pun menambahkan kejujuran merupakan sifat utama yang bisa mengantarkan seseorang menuju kebaikan. Dengan begitu, kebaikan akan mengantar pula seseorang menuju surga.

(عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَاِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ اِلَى الْبِرِّ اِنَّ الْبِرِّيَهْدِيْ اِلَى الْجَنَّةِ (رواه البخارى ومسل

Alaikum bi al-shidqi fainna al-shidqa yahdi ila al- birr wa al- birr yahdy ila al-jannah, wa iyyakum wa al-kadziba fa inna al-kadziba yahdi ila al-fujuri wa al-fujur yahdi ila al- nar

Artinya:
Dari Abdullah ibn Mas'ud, dari Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya jujur itu membawa Kepada kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga." (HR. Bukhari dan Muslim) 

Infografis Alur Pemeriksaan Tes Covid-19Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi
Infografis Alur Pemeriksaan Tes Covid-19


Karena itu Asrorun mengingatkan warga dan umat Islam khususnya akan perlunya berkontribusi optimal dalam penanganan Covid-19 dengan bersikap jujur. "Dan jujur itulah yang menjadi salah satu hikmah dalam pelaksanaan ibadah Ramadan," tegas dia lagi.

Virus corona jenis baru (SARS-CoV-2) telah menginfeksi lebih 4,7 juta orang di dunia hingga Senin (18/5) menurut data yang dikumpulkan Johns Hopkins University. Dari jumlah itu sebanyak 3115 ribu lebih orang meninggal dan lebih 1,7 juta orang berhasil sembuh.

Sementara untuk data kasus di Indonesia tercatat 17.520 orang terinfeksi hingga Minggu (17/5) dan 1.148 orang meninggal, sementara 4.129 orang sembuh. (NMA/NMA)

[Gambas:Video CNN]