Hal tersebut ditemukan dalam jajak pendapat yang dilakukan You Gov bekerja sama dengan Huffington Post. Jajak pendapat menemukan, sebanyak 26 persen pekerja menyukai dan akan tetap memilih konsep work from home (WFH).
Sebanyak 38 persen di antaranya mengaku menyukai kombinasi antara keduanya. Sementara 27 persen lainnya mengaku tak nyaman jika harus bekerja dari rumah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, jajak pendapat juga mengungkap perasaan para pekerja saat harus bekerja dari rumah. Lebih dari 50 persen responden mengaku lega dan tenang saat harus bekerja dari rumah selama pandemi.
Masalah-masalah WFH
WFH bukan melulu perkara suka tidak suka. Ada sederet dampak yang diakibatkan oleh konsep kerja baru ini.
WFH ditemukan berpengaruh terhadap produktivitas kerja masing-masing responden. Saat beberapa pekerja mengalami perkembangan kinerja dengan bekerja dari rumah, beberapa yang lain justru memble.
Tak hanya urusan produktivitas, komunikasi juga jadi persoalan utama yang ditemukan dalam konsep WFH. Komunikasi jarak jauh memberikan tantangan tersendiri bagi para pekerja di tengah pandemi.
Sebanyak 31 persen responden mengaku mengalami komunikasi kerja yang memburuk sejak pandemi. Hanya 15 persen dari responden yang mengaku masih bisa berkomunikasi baik dengan rekan kerja. Selebihnya mengaku tak ada yang berubah dalam pola komunikasi selama WFH.
Jajak pendapat dilakukan terhadap 1.964 responden orang dewasa Amerika Serikat selama 18-20 Mei 2020. (asr)