Tips Cegah Pikun pada Lansia dari GrabHealth

Grab Indonesia, CNN Indonesia | Sabtu, 20/06/2020 17:22 WIB
Retired couple walking around the town with a map. Smiling mature man and woman roaming around the city. Meski tak dapat dihindari, namun pikun bisa dicegah atau diperlambat datangnya dengan 5 cara mempertahankan kesehatan kognitif. (Foto: Istockphoto/jacoblund)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pikun sering dikaitkan dengan masalah penurunan fungsi otak pada lansia. Pikun sebenarnya merupakan hal yang normal, terlebih seiring dengan pertambahan usia.

Pikun berhubungan dengan kecerdasan kognitif yang membantu manusia untuk berpikir, belajar, mengontrol emosi, dan mengingat. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pikun merupakan sinyal penurunan kecerdasan kognitif khususnya pada orang berusia lanjut.

Meski tak dapat dihindari, namun pikun bisa dicegah atau diperlambat datangnya. Berikut 5 cara mempertahankan kesehatan kognitif dan mencegah pikun pada lansia dari GrabHealth powered by Good Doctor.


1. Rutin berolahraga
Penelitian menunjukkan bahwa selain membuat tubuh sehat dan bugar, berolahraga dapat meningkatkan fungsi kerja otak dan memperlambat proses cognitive ageing. Gerakan dalam berolahraga juga melatih otak untuk lebih fokus.

Pada lansia, pilihlah olahraga dengan intensitas rendah hingga sedang seperti berjalan cepat atau jogging. Lakukan olahraga minimal 30 menit selama 3-5 kali seminggu.

2. Perbanyak konsumsi sayur dan protein
Kandungan vitamin dan protein yang ada di dalam sayur dapat mencegah penurunan fungsi kerja otak. Sayuran berwarna hijau seperti brokoli dan bayam mengandung vitamin K yang bertugas memperlambat terjadinya cognitive ageing.

Ikan juga menjadi salah satu rekomendasi makanan yang dapat memperlambat cognitive ageing karena kandungan proteinnya yang tinggi.

3. Hindari alkohol dan merokok
Kandungan alkohol menyebabkan kerusakan otak permanen. Penelitian juga menunjukkan merokok dapat memperbesar risiko demensia bahkan stroke ringan.

4. Jauhi stres
Stres bisa sangat berdampak buruk bagi otak. Kadar hormon stres atau kortisol yang tinggi membuat lebih sulit menarik informasi dari ingatan (me-recall memori).

Karenanya, lansia disarankan untuk menghindari pikiran berat dan macam-macam. Cobalah berbagai cara untuk rileks, seperti meditasi, yoga, atau massage. Bisa juga mencari hobi baru yang menarik dan menyenangkan. Hal ini dapat menstimulasi kerja otak agar terus aktif.

5. Berpuasa
Penelitian menunjukkan bahwa berpuasa rutin 1-2 kali seminggu dapat memperlambat penurunan fungsi kognitif, menghambat peradangan, serta merangsang peremajaan sel termasuk sel-sel di otak.

Puasa telah terbukti memiliki dampak positif untuk mencegah pikun yang berkaitan dengan usia dan penyakit neurodegeneratif, gangguan mood, dan brain fog.


Kelima cara di atas dapat mulai dibiasakan lansia agar terhindar dari pikun. Untuk lebih tahu tentang berbagai masalah kesehatan selanjutnya secara gratis, konsultasikan pada dokter profesional di Good Doctor pada layanan GrabHealth sekarang juga.


(fef)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK