Dalam studi tersebut, para peneliti mencoba mempelajari efektivitas dari penerapan physical distancing serta penggunaan masker dan pelindung mata terhadap transmisi virus corona.
"Kami bertujuan untuk menyelidiki efek jarak fisik, masker, dan pelindung mata terhadap penularan virus," tulis para peneliti, menukil jurnal The Lancet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasilnya, tinjauan tersebut menyarankan masyarakat agar setidaknya menjaga jarak fisik sejauh 1-2 meter atau lebih jika memungkinkan. Berikut tiga temuan utama dalam tinjauan.
Menjaga jarak fisik
Tinjauan menyimpulkan, kemungkinan transmisi virus mencapai 12,8 persen pada jarak kurang dari 1 meter. Kemungkinan transmisi akan turun menjadi 2,6 persen ketika penerapan physical distancing ditetapkan pada jarak lebih dari 1 meter. Lebih lanjut, tinjauan menemukan bahwa jarak 2 meter akan lebih efektif mencegah transmisi virus.
Peluang transmisi virus akan mencapai 17,4 persen saat seseorang tak mengenakan masker. Namun, peluang itu turun menjadi 3,1 persen saat masker digunakan.
Penggunaan pelindung mata
Peluang transmisi virus akan mencapai 16 persen saat tidak menggunakan pelindung mata. Peluang menurun hingga 5,5 persen saat menggunakan pelindung mata.
Sebagaimana diketahui, droplet atau percikan cairan dari mulut atau hidung saat bersin dan batuk menjadi satu-satunya cara penularan virus corona.
"Hasil tinjauan bisa membantu para pembuat kebijakan untuk menerapkan jarak fisik 1-2 meter atau lebih jika memungkinkan," ujar peneliti.
Juru Bicara WHO, Tarik Jasarevic mengatakan, saat ini pihaknya tengah dalam proses memperbaharui pedoman soal pemakaian masker.
"Pedoman baru itu juga mungkin akan mencantumkan anjuran bahan terbaik untuk pembuatan masker," ujar Jasarevic, mengutip CNN.
Sebelumnya, sejumlah ahli di dunia telah melakukan banyak penelitian dalam upaya mencari cara paling ampuh untuk menekan penyebaran Covid-19. Namun, bukti-bukti ilmiah yang disertakan dirasa tak selalu jelas.
Kendati demikian, alih-alih berfokus pada hasil-hasil penelitian, para ahli di dunia tetap sepakat tentang pentingnya kebiasaan mencuci tangan secara menyeluruh dan teratur demi mencegah Covid-19. (asr)