Beberapa mengaitkan paradoks ini dengan konsumsi anggur merah yang mengandung resveratrol. Sebagian lain mengaitkannya dengan cara makan orang Prancis yang lama dan lambat.
Namun, faktor penting dalam kebiasaan makan Prancis ini adalah tidak ngemil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di siang hari, orang Prancis mengonsumsi makanan dengan porsi yang cukup besar. Makan siang merupakan porsi makan paling besar dan paling lama bagi orang Prancis. Saat makan malam, orang Prancis makan dengan porsi yang lebih kecil dibandingkan makan siang.
Menu yang dipilih berupa menu tradisional di negara Menara Eiffel itu. Umumnya, mereka memulai dengan makanan pembuka berupa salad seperti wortel parut, akar seledri parut, atau bit dengan rempah rempah. Lalu dilanjutkan dengan makanan utama, keju, dan hidangan penutup.
Selain dari itu, orang Prancis tak menyantap makanan lain. Di sela-sela waktu makan, mereka tidak mengemil seperti makan keripik atau camilan sehat seperti smoothie.
Hanya ada sepotong kecil makanan untuk anak-anak di sore hari. Kebiasaan ini dikenal dengan 'le quatre-heures' yang berarti jam empat. Pada jam ini, orang tua memberikan camilan kecil untuk membuat anak tetap kenyang sepulang dari sekolah.
Sejumlah studi menunjukkan, mengonsumsi camilan merupakan salah satu faktor obesitas. Porsi makanan yang besar di siang hari saat beraktivitas membantu pembakaran lemak lebih optimal.
Anda dapat meniru kebiasaan makan ala orang Prancis ini untuk tetap sehat dan kurus. Penting pula untuk memperhatikan nutrisi yang seimbang pada pola makan sehari-hari. (ptj/asr)