Pecinta fashion ini meminta maaf lantaran tak melakukan cukup upaya untuk mengangkat dan mendengarkan suara etnis kulit hitam yang menjadi stafnya. Dia juga minta maaf karena menerbitkan foto dan cerita yang secara ras dan budaya dianggap 'menyakiti dan tidak toleran.'
Hanya saja, sampai saat ini Wintour tak memberi komentar lanjutan pada email yang diperoleh Associated Press. Email Ini pertama kali diungkap pada Selasa (9/6) di New York Post.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto ini menimbulkan kemarahan publik karena memperlihatkan bagaimana majalah makanan tersebut memperlakukan karyawan dengan warna kulit yang berbeda.
Namun di saat yang berbeda, Samira Nasr, menjadi pemimpin redaksi Harper's Bazaar berkulit hitam pertama kalinya dalam sejarah 153 tahun. (chs)