Taman Nasional Gunung Rinjani Buka 8 Destinasi Nonpendakian

CNN Indonesia | Selasa, 07/07/2020 10:01 WIB
Camping site on crater rim of Mount Rinjani at sunset. Lombok Island, Indonesia. Sebagai langkah awal, Taman Nasional Gunung Rinjani mulai membuka delapan destinasi nonpendakian pada Senin (6/7). (Istockphoto/Chanwit Ohm)
Jakarta, CNN Indonesia --

Delapan destinasi wisata nonpendakian di Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) resmi dibuka untuk kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara mulai Senin (6/7).

Kedelapan destinasi wisata nonpendakian di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang dibuka juga disertai dengan protokol kesehatan berupa pembatasan pengunjung; Otak Kokok Joben (Joben Ecopark) dengan kuota maksimal 227 pengunjung per hari, Telaga Biru maksimal 84 pengunjung per hari, dan Air Terjun Jeruk Manis maksimal 180 pengunjung per hari.

Lalu Gunung Kukus maksimal 90 pengunjung per hari, Timbanuh dengan objek wisata Air Terjun Mayung Polak maksimal 60 pengunjung per hari, Savana Propok maksimal 150 pengunjung per hari, dan Air Terjun Mangku Sakti dengan kuota maksimal 90 pengunjung per hari.


Saat ini jam kunjungan hanya dibuka dari pukul 09.00 WITA sampai pukul 15.00 WITA.

Wisatawan dari luar Nusa Tenggara Barat wajib membawa surat keterangan bebas Covid-19, sedangkan wisatawan dari Pulau Lombok wajib membawa surat keterangan bebas influenza (influenza-like illness).

Pengunjung hanya boleh melakukan satu hari perjalanan tanpa menginap, serta jumlah pengunjung hanya boleh 30 persen dari jumlah pengunjung maksimal.

"Dari 13 destinasi wisata nonpendakian dan lima wisata pendakian di tiga kabupaten (Lombok Timur, Lombok Utara, dan Lombok Tengah), hanya delapan destinasi wisata nonpendakian yang dibuka," kata Kepala Balai TNGR, Dedy Asriady dalam konferensi pers di Kantor Dinas Pariwisata NTB di Mataram, seperti yang dikutip dari Antara.

Untuk menjaga agar seluruh peraturan dibukanya destinasi wisata tersebut, Balai TNGR telah membentuk Tim Pengawasan dan Pengendalian Pelaksanaan Reaktivasi Bertahap untuk kunjungan wisata alam di kawasan TNGR.

Balai TNGR akan menerapkan protokol COVID-19 yang ketat terhadap wisatawan yang berkunjung, mulai dari pintu masuk, saat di lokasi wisata, maupun saat keluar pintu wisata.

"Wisatawan juga wajib menggunakan masker, membawa hand sanitizer, kresek sampah, dan menjaga jarak minimal satu meter," tambahnya.

Lebih lanjut, Dedy menjelaskan dibukanya destinasi wisata TNGR merupakan langkah awal. Pelaksanaan reaktivasi tahap I ini akan dievaluasi secara berkala. Jika berjalan dengan tertib, wisata pendakian bisa dibuka juga pada tahap II nanti.

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Hutan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB Mursal mengimbau masyarakat untuk sama-sama menjaga kebersihan dan keamanan destinasi wisata yang dikunjungi.

Masyarakat diingatkan untuk tidak membakar hutan demi membuka lahan dan tidak membakar sampah sembarangan atau tidak boleh melakukan kegiatan yang dapat memicu kebakaran hutan.

"Merawat Taman Nasional Gunung Rinjani adalah kewajiban kita bersama. Bukan hanya tugas Balai TNGR, Dinas LHK, atau Dinas Pariwisata. Jangan sampai kebakaran tahun 2019 lalu terulang kembali," katanya.

Informasi lebih lanjut mengenai cara berkunjung ke Taman Nasional Gunung Rinjani bisa diketahui di sini.

(ard)

[Gambas:Video CNN]