Syarat Baru Berkunjung ke Taman Nasional Gunung Rinjani

CNN Indonesia | Rabu, 08/07/2020 10:05 WIB
gunug rinjani Setelah dibuka kembali, Taman Nasional Gunung Rinjani menerapkan jam operasional dan syarat masuk baru. (iStockphoto/benedek)
Jakarta, CNN Indonesia --

Setelah membuka kembali delapan destinasi nonpendakian pada Senin (6/7), Taman Nasional Gunung Rinjani menerapkan jam operasional baru bagi wisatawan, yakni pukul 09.00 WITA sampai pukul 15.00 WITA.

Sebagai syarat masuk, wisatawan dari luar Nusa Tenggara Barat wajib membawa surat keterangan bebas Covid-19, sedangkan wisatawan dari Pulau Lombok wajib membawa surat keterangan bebas influenza (influenza-like illness).

Lalu, wisatawan hanya boleh melakukan satu hari perjalanan tanpa menginap, serta jumlah pengunjung hanya boleh 30 persen dari jumlah pengunjung maksimal.


Kedelapan destinasi wisata nonpendakian di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang dibuka juga disertai dengan protokol kesehatan berupa pembatasan pengunjung; Otak Kokok Joben (Joben Ecopark) dengan kuota maksimal 227 pengunjung per hari, Telaga Biru maksimal 84 pengunjung per hari, dan Air Terjun Jeruk Manis maksimal 180 pengunjung per hari.

Sementara itu, Gunung Kukus dengan kuota maksimal 90 pengunjung per hari, Timbanuh dengan objek wisata Air Terjun Mayung Polak maksimal 60 pengunjung per hari, Savana Propok maksimal 150 pengunjung per hari, dan Air Terjun Mangku Sakti maksimal 90 pengunjung per hari.

"Dari 13 destinasi wisata nonpendakian dan lima wisata pendakian di tiga kabupaten (Lombok Timur, Lombok Utara, dan Lombok Tengah), hanya delapan destinasi wisata nonpendakian yang dibuka," kata Kepala Balai TNGR, Dedy Asriady dalam konferensi pers di Kantor Dinas Pariwisata NTB di Mataram, seperti yang dikutip dari Antara.

Balai TNGR akan menerapkan protokol COVID-19 yang ketat terhadap wisatawan yang berkunjung, mulai dari pintu masuk, saat di lokasi wisata, maupun saat keluar pintu wisata.

"Wisatawan juga wajib menggunakan masker, membawa hand sanitizer, kresek sampah, dan menjaga jarak minimal satu meter," tambahnya.

Lebih lanjut, Dedy menjelaskan dibukanya destinasi wisata TNGR merupakan langkah awal. Pelaksanaan reaktivasi tahap I ini akan dievaluasi secara berkala. Jika berjalan dengan tertib, wisata pendakian bisa dibuka juga pada tahap II nanti.

Informasi lebih lanjut mengenai cara berkunjung ke Taman Nasional Gunung Rinjani bisa diketahui di sini.

(ard/ard)

[Gambas:Video CNN]