7 Mitos Frozen Food yang Salah Kaprah

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 12/07/2020 11:15 WIB
ilustrasi Frozen food Ilustrasi. Sejumlah mitos tentang frozeen food masih berkeliaran di tengah masyarakat, mulai dari nilai gizi yang berkurang hingga menyoal batas waktu penyimpanan. (istockphoto/ Gorodenkoff)
Jakarta, CNN Indonesia --

Frozen food atau makanan beku menjadi pilihan praktis di tengah pandemi Covid-19. Sayangnya, sejumlah mitos tentang frozen food masih berkeliaran di tengah masyarakat.

Banyak orang beranggapan bahwa frozen food adalah pilihan makanan yang tidak sehat. Nutrisi dianggap akan hilang saat makanan disimpan dalam suhu rendah.

Padahal, tak semua anggapan tersebut benar sepenuhnya. Masih banyak hal-hal yang salah kaprah dipercayai masyarakat.



Mengutip berbagai sumber, berikut tujuh mitos frozen food.

1. Buah dan sayuran beku tidak sehat

Banyak orang beranggapan bahwa nutrisi pada buah dan sayuran akan berkurang saat dibekukan. Padahal, alih-alih mengurangi gizi, proses pembekuan justru membuat buah dan sayur lebih sehat.

"Pembekuan itu mengunci nilai gizi yang dimiliki buah dan sayuran," ujar ahli gizi Jenna Braddock, mengutip The Healthy.

2. Makanan beku punya tanggal kedaluwarsa

Beberapa lembaga keamanan pangan mencantumkan pedoman lama waktu penyimpanan makanan dalam freezer. Misalnya, dua hingga enam bulan untuk sisa daging yang telah dimasak.

Namun, aturan soal rentang waktu penyimpanan itu hanya berlaku untuk menjaga kualitas makanan, bukan keamanan. "Makanan beku cukup banyak tetap aman tanpa batas waktu," ujar ahli gizi sekaligus Juru Bicara American Academy of Nutrition and Dietetics, Caroline Passerrello.

ilustrasi Frozen foodIlustrasi. Proses pembekuan pada frozen food justru mengikat nilai gizi yang dimiliki makanan. (iStockphoto/bonchan)

3. Membekukan kembali makanan tidak aman

Banyak orang beranggapan bahwa makanan yang sudah dicairkan menjadi tidak aman jika dibekukan kembali. Anggapan itu tak sepenuhnya benar. Makanan tetap bisa dibekukan kembali asal dicairkan dengan cara yang tepat.

Cairkan makanan beku di dalam lemari pendingin. Passerrello tak menyarankan Anda untuk mencairkan makanan di dalam suhu ruang dalam waktu lama atau lebih dari 60 menit. Menjaga makanan tetap dingin dapat menghindarinya dari bakteri.

4. Mencairkan dengan suhu ruang

Masih banyak orang berusaha mencairkan makanan beku dengan membiarkannya di dalam suhu ruang dalam waktu lama. Padahal, cara tersebut sebisa mungkin dihindari.

Membiarkan makanan beku di dalam suhu ruang hanya akan menempatkannya pada bahaya. Dalam kondisi itu, bakteri bisa mulai tumbuh.

5. Membilasnya dengan air panas adalah cara mencairkan yang aman

Suhu adalah kunci saat Anda mencairkan makanan dengan bilasan air. Membilasnya dengan air panas dapat membuat menurunkan kualitas makanan.

"Bagian-bagian yang terkena bilasan air mungkin bisa mencair, sementara bagian lain bisa jadi tidak. Ini hanya akan membuat Anda memasaknya dengan tidak merata," ujar Braddock.

Beberapa lembaga keamanan pangan merekomendasikan penggunaan air dingin untuk mencairkan makanan beku. Ganti air setiap 30 menit sekali.

6. Makanan dalam kemasan bisa langsung dimasukkan ke freezer

Banyak orang langsung saja menyimpan makanan beku yang baru saja dibelinya ke dalam freezer tanpa membuka kemasannya terlebih dahulu. Alih-alih aman, cara ini justru akan menciptakan jalan masuk bagi bakteri dan membuat kualitas makanan menurun saat berada di dalam freezer.

Passerrello menyarankan untuk membungkus ulang makanan sebelum membekukannya. Khusus untuk sayuran, dia merekomendasikan untuk merebusnya terlebih dahulu sebelum dibekukan.

7. Semua makanan beku mengandung pengawet

Beberapa makanan beku memang mengandung bahan pengawet, tapi tidak semuanya. Mengutip Culinary, pembekuan itu sendiri bertindak sebagai pengawet alami. Faktanya, banyak makanan beku favorit Anda, seperti lasagna, makaroni, tidak mengandung bahan pengawet.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNN]




BACA JUGA