7 Tempat Ibadah yang Berubah Fungsi Mirip Hagia Sophia
CNN Indonesia
Selasa, 14 Jul 2020 10:27 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Masjid Ketchaoua di Aljazair, salah satu tempat ibadah yang berubah fungsi sepanjang sejarah. (istockphoto/mtcurado)
Jakarta, CNN Indonesia --
Ikon kota Istanbul, Hagia Sophia, akan dibuka kembali sebagai masjid setelah hampir sembilan dekade menjadi museum.
Situs Warisan Dunia UNESCO itu dibangun sebagai katedral selama kekaisaran Bizantium, tetapi diubah menjadi masjid setelah penaklukan Ottoman atas Konstantinopel pada tahun 1453.
Pengadilan Turki pada hari Jumat (5/7) membatalkan keputusan kabinet tahun 1934 yang menjadikan Hagia Sophia sebagai museum, sehingga bangunan kuno tersebut bakal berubah status menjadi masjid pada 24 Juli 2020.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hagia Sophia menambah daftar panjang tempat ibadah yang berubah fungsi sepanjang sejarah. Berikut beberapa diantaranya:
Masjid Selimiye di utara Nicosia, awalnya katedral Katolik Roma Saint Sophia, adalah karya tukang batu Prancis saat Perang Salib.
Tempat ibadah itu dibangun pada abad ke-13 pada masa pemerintahan dinasti Frankish Lusignan di pulau timur Mediterania.
Fungsi katedral lalu dikonversi menjadi masjid setelah Ottoman menguasai Nicosia pada tahun 1570.
Menurut tradisi, para imam yang bersiap untuk menyampaikan khotbah Jumat naik ke mimbar lalu memberi hormat pada pedang yang digunakan selama penaklukan kota.
Sebagai contoh terbaik arsitektur Gotik di pulau itu, katedral Katolik Santo Nikolas di kota timur laut Famagusta dialihfungsikan pada abad ke-14 selama periode Lusignan.
Bangunan itu berubah menjadi Masjid Lala Mustafa Pasha setelah kekaisaran Ottoman merebut kota pesisir pada tahun 1571.
3. Mesir
Masjid Attarine. (istockphoto/Efesenko)
Masjid Attarine di kota Mediterania Alexandria awalnya adalah sebuah gereja segi delapan yang berasal dari tahun 370 dan didedikasikan untuk St Athanasius, seorang tokoh penting dalam gereja Ortodoks Koptik.
Tempat ibadah itu diubah menjadi masjid selama invasi Islam abad ke-tujuh, dan dinamai setelah lokasi pasar rempah-rempah kuno di Alexandria.
Selama invasi Napoleon, penjelajah percaya makam Aleksander Agung dimakamkan di dalam masjid dalam sarkofagus hijau.
Masjid itu direnovasi beberapa kali selama pemerintahan Ottoman, dan telah dibuka untuk umum sejak pembangunan kembali terbarunya pada tahun 1976.
Artikel '7 Tempat Ibadah yang Berubah Fungsi sepanjang Sejarah' masih berlanjut ke halaman berikutnya...
Masjid Agung Al-Omari yang berada di pusat kota Beirut awalnya adalah sebuah kuil atau tempat pemandian Romawi sebelum kekaisaran Bizantium membangun sebuah gereja di sana.
Setelah penaklukan Islam, bangunan itu diubah menjadi masjid yang dinamai kalifah kedua Islam, Umar bin Khattab.
Tetapi ketika tentara salib menaklukkan Beirut di awal abad ke-12, mereka mengubahnya kembali menjadi gereja, sebelum ditangkap pada tahun 1187 oleh penjajah Muslim, Saladin, yang lalu mengubahnya kembali menjadi masjid.
Tentara salib kemudian merebutnya kembali dan mengubahnya menjadi sebuah katedral pada tahun 1197.
Akhirnya pada tahun 1291, Mamluk menguasai Beirut dan mengubahnya kembali menjadi masjid, yang masih beroperasi hingga saat ini.
Masjid-masjid di kota Nablus, Tepi Barat Palestina juga menjadi saksi bisu sejarahnya sepanjang era Bizantium, penaklukan Islam, Perang Salib, dan periode Mamluk.
Sejumlah bangunan dikaitkan dengan Yudaisme dan Kristen awal, seperti Al-Khadra, yang telah menjadi masjid sejak tahun 1187 setelah beroperasi sebagai gereja selama Perang Salib.
Masjid Agung di kota ini awalnya adalah sebuah gereja yang dibangun oleh Kaisar Romawi Justinian I pada abad ke-enam.
Pada tahun 1186, bangunan itu diubah menjadi masjid oleh Ayyubiyah setelah penaklukan Saladin.
Masjid Cordoba, yang juga dikenal sebagai Mezquita, di wilayah selatan Andalusia Spanyol adalah tempat ibadah umat Islam di belahan bumi bagian Barat selama kekhalifahan Umayyah abad ke-10 dan ke-11.
Tempat ibadah ini telah menjadi tempat ibadah umat Katolik sejak penaklukan kembali Kristen atas kota pada tahun 1236.
Setelah itu sebuah katedral dibangun di dalam gedung.
Dianggap sebagai salah satu monumen terbaik arsitektur Moor, katedral-masjid ini masuk daftar Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1984.
7. Suriah
Masjid Ummayad. (LOUAI BESHARA / AFP)
Masjid Umayyad di Kota Tua Damaskus adalah salah satu tempat ibadah yang paling diagungkan dalam Islam, dan menambah daftar panjang tempat ibadah yang berubah fungsi sepanjang sejarah.
Tempat ibadah itu menempati situs kuil Yupiter yang diubah oleh Kaisar Romawi Theodosius I menjadi sebuah gereja pada abad ke-empat.
Masjid Umayyad menjadi masjid di abad ke-tujuh dan berisi tempat penghormatan bagi Yohanes Pembaptis, sosok yang dihormati oleh umat Islam dan Kristen.
Ikon kota Istanbul, Hagia Sophia, akan dibuka kembali sebagai masjid setelah hampir sembilan dekade menjadi museum.
Situs Warisan Dunia UNESCO itu dibangun sebagai katedral selama kekaisaran Bizantium, tetapi diubah menjadi masjid setelah penaklukan Ottoman atas Konstantinopel pada tahun 1453.
Pengadilan Turki pada hari Jumat (5/7) membatalkan keputusan kabinet tahun 1934 yang menjadikan Hagia Sophia sebagai museum, sehingga bangunan kuno tersebut bakal berubah status menjadi masjid pada 24 Juli 2020.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hagia Sophia menambah daftar panjang tempat ibadah yang berubah fungsi sepanjang sejarah. Berikut beberapa diantaranya:
Masjid Selimiye di utara Nicosia, awalnya katedral Katolik Roma Saint Sophia, adalah karya tukang batu Prancis saat Perang Salib.
Tempat ibadah itu dibangun pada abad ke-13 pada masa pemerintahan dinasti Frankish Lusignan di pulau timur Mediterania.
Fungsi katedral lalu dikonversi menjadi masjid setelah Ottoman menguasai Nicosia pada tahun 1570.
Menurut tradisi, para imam yang bersiap untuk menyampaikan khotbah Jumat naik ke mimbar lalu memberi hormat pada pedang yang digunakan selama penaklukan kota.
Sebagai contoh terbaik arsitektur Gotik di pulau itu, katedral Katolik Santo Nikolas di kota timur laut Famagusta dialihfungsikan pada abad ke-14 selama periode Lusignan.
Bangunan itu berubah menjadi Masjid Lala Mustafa Pasha setelah kekaisaran Ottoman merebut kota pesisir pada tahun 1571.
3. Mesir
Masjid Attarine. (istockphoto/Efesenko)
Masjid Attarine di kota Mediterania Alexandria awalnya adalah sebuah gereja segi delapan yang berasal dari tahun 370 dan didedikasikan untuk St Athanasius, seorang tokoh penting dalam gereja Ortodoks Koptik.
Tempat ibadah itu diubah menjadi masjid selama invasi Islam abad ke-tujuh, dan dinamai setelah lokasi pasar rempah-rempah kuno di Alexandria.
Selama invasi Napoleon, penjelajah percaya makam Aleksander Agung dimakamkan di dalam masjid dalam sarkofagus hijau.
Masjid itu direnovasi beberapa kali selama pemerintahan Ottoman, dan telah dibuka untuk umum sejak pembangunan kembali terbarunya pada tahun 1976.
Artikel '7 Tempat Ibadah yang Berubah Fungsi sepanjang Sejarah' masih berlanjut ke halaman berikutnya...
7 Tempat Ibadah yang Berubah Fungsi Mirip Hagia Sophia
Masjid Agung Al-Omari di Libanon, salah satu tempat ibadah yang berubah fungsi sepanjang sejarah. (istockphoto/ Marco Ramerini)
4. Libanon
Masjid Agung Al-Omari yang berada di pusat kota Beirut awalnya adalah sebuah kuil atau tempat pemandian Romawi sebelum kekaisaran Bizantium membangun sebuah gereja di sana.
Setelah penaklukan Islam, bangunan itu diubah menjadi masjid yang dinamai kalifah kedua Islam, Umar bin Khattab.
Tetapi ketika tentara salib menaklukkan Beirut di awal abad ke-12, mereka mengubahnya kembali menjadi gereja, sebelum ditangkap pada tahun 1187 oleh penjajah Muslim, Saladin, yang lalu mengubahnya kembali menjadi masjid.
Tentara salib kemudian merebutnya kembali dan mengubahnya menjadi sebuah katedral pada tahun 1197.
Akhirnya pada tahun 1291, Mamluk menguasai Beirut dan mengubahnya kembali menjadi masjid, yang masih beroperasi hingga saat ini.
Masjid-masjid di kota Nablus, Tepi Barat Palestina juga menjadi saksi bisu sejarahnya sepanjang era Bizantium, penaklukan Islam, Perang Salib, dan periode Mamluk.
Sejumlah bangunan dikaitkan dengan Yudaisme dan Kristen awal, seperti Al-Khadra, yang telah menjadi masjid sejak tahun 1187 setelah beroperasi sebagai gereja selama Perang Salib.
Masjid Agung di kota ini awalnya adalah sebuah gereja yang dibangun oleh Kaisar Romawi Justinian I pada abad ke-enam.
Pada tahun 1186, bangunan itu diubah menjadi masjid oleh Ayyubiyah setelah penaklukan Saladin.
Masjid Cordoba, yang juga dikenal sebagai Mezquita, di wilayah selatan Andalusia Spanyol adalah tempat ibadah umat Islam di belahan bumi bagian Barat selama kekhalifahan Umayyah abad ke-10 dan ke-11.
Tempat ibadah ini telah menjadi tempat ibadah umat Katolik sejak penaklukan kembali Kristen atas kota pada tahun 1236.
Setelah itu sebuah katedral dibangun di dalam gedung.
Dianggap sebagai salah satu monumen terbaik arsitektur Moor, katedral-masjid ini masuk daftar Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1984.
7. Suriah
Masjid Ummayad. (LOUAI BESHARA / AFP)
Masjid Umayyad di Kota Tua Damaskus adalah salah satu tempat ibadah yang paling diagungkan dalam Islam, dan menambah daftar panjang tempat ibadah yang berubah fungsi sepanjang sejarah.
Tempat ibadah itu menempati situs kuil Yupiter yang diubah oleh Kaisar Romawi Theodosius I menjadi sebuah gereja pada abad ke-empat.
Masjid Umayyad menjadi masjid di abad ke-tujuh dan berisi tempat penghormatan bagi Yohanes Pembaptis, sosok yang dihormati oleh umat Islam dan Kristen.