Kenali Ragam Gejala Keracunan Makanan

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 15/07/2020 09:17 WIB
ilustrasi mual Ilustrasi. Selain mual, muntah, dan diare, ada beberapa gejala lain dari keracunan makanan yang perlu diketahui. (iStockphoto/artursfoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Keracunan makanan terjadi saat seseorang mengonsumsi makanan yang terkontaminasi, rusak, atau mengandung racun. Selain mual, muntah, dan diare, ada beberapa gejala lain dari keracunan makanan yang perlu diketahui.

Bakteri, virus, dan parasit menjadi tiga penyebab utama keracunan makanan. Patogen-patogen itu dapat ditemukan di hampir semua makanan yang dikonsumsi.

Suhu tinggi saat proses pengolahan atau memasak biasanya dapat membunuh patogen yang ada dalam makanan. Makanan yang dikonsumsi secara mentah menjadi sumber keracunan makanan yang paling umum.


Selain itu, patogen juga bisa muncul akibat kebersihan yang tidak dijaga. Hal ini paling sering terjadi saat seseorang tidak mencuci tangan terlebih dahulu sebelum memasak.

Siapa saja bisa mengalami keracunan makanan. Mengutip Healthline, secara statistik, hampir semua orang akan mengalami keracunan makanan setidaknya sekali dalam hidup.

Kendati demikian, beberapa kelompok tercatat berisiko lebih tinggi mengalami keracunan makanan. Orang dengan penyakit autoimun berisiko mengalami komplikasi akibat keracunan makanan. Ibu hamil, anak-anak, dan orang lanjut usia juga masuk ke dalam kelompok paling berisiko.

Gejala Keracunan Makanan

Banyak kasus keracunan makanan tak terdeteksi dengan baik. Kasus keracunan makanan umumnya hadir dengan sejumlah gejala khas.

Empat gejala paling umum di antaranya:

- diare

- mual

- muntah

- nyeri perut

Ilustrasi kentutIlustrasi. Nyeri perut menjadi salah satu gejala khas dari keracunan makanan. (Thinkstock/Piotr Marcinski)

Gejala-gejala ini umumnya muncul secara mendadak. Lamanya waktu masa hingga gejala mulai muncul juga bervariasi, mulai dari 1 jam hingga 28 hari.

Mengutip Medical News Today, muntah umumnya menjadi tanda awal keracunan makanan. Kondisi ini umumnya berlanjut dengan diare yang bisa berlangsung selama beberapa hari.

Selain itu, gejala yang hadir juga akan tergantung pada sumber infeksi yang menyebabkan. Gejala diare umumnya akan sangat menonjol pada kasus keracunan makanan yang disebabkan virus. Sementara pada infeksi bakteri, diare umumnya akan disertai dengan darah.

Selain gejala klasik di atas, ada juga beberapa tanda lain yang perlu diketahui, seperti:

- kehilangan selera makan

- demam

- tubuh menggigil

Keracunan makanan juga bisa menimbulkan gejala yang menjadi tanda bahaya, di antaranya:

- diare lebih dari tiga hari

- demam lebih tinggi dari 38,5 derajat Celcius

- kesulitan melihat atau berbicara

- gejala dehidrasi parah, termasuk mulut kering dan jarang buang air kecil

- urine berdarah

Jika mengalami gejala-gejala keracunan makan di atas, segera hubungi medis untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNN]