Belalang, Sumber Protein Hewani Alternatif Masa Depan

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 04/08/2020 18:44 WIB
Belalang menjadi salah satu alternatif sumber protein di masa depan karena proses pengolahannya yang diklaim lebih berkelanjutan. Ilustrasi. Belalang menjadi salah satu alternatif sumber protein di masa depan karena proses pengolahannya yang diklaim lebih berkelanjutan. (Pixabay/Gellinger)
Jakarta, CNN Indonesia --

Protein hewani mengandung asam amino esensial yang lebih lengkap jika dibandingkan dengan protein nabati. Belalang menjadi salah satu alternatif sumber protein hewani yang diklaim lebih berkelanjutan.

Perusahaan makanan asal Israel menjadikan belalang sebagai salah satu pilihan makanan berkelanjutan. Perternakan Hargol FoodTech yang terletak di dataran tinggi Golan, ribuan belalang berkumpul dalam kandang persegi panjang.

Ide awal dari menyajikan belalang sebagai salah satu makanan ini bermula dari kekhawatiran Direktur Eksekutif Hargol, Dror Tamir, akan proses ternak hewan seperti ayam dan sapi yang dinilai tak ramah lingkungan. Daging ayam dan sapi menjadi dua dari sederet sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi orang.


Tamir mengatakan, ternak hewan seperti ayam dan sapi membutuhkan banyak air dan lahan yang juga tidak sedikit. "Itu menjadi 'biaya' lingkungan yang harus dikeluarkan saat kita beternak ayam dan sapi," ujar Tamir, melansir AFP. Dengan demikian, serangga adalah solusinya.

Tamir mengatakan, orang-orang Yahudi di Golan sudah sejak lama mengenal belalang sebagai sumber nutrisi yang tepat untuk tubuh.

Menurut perkiraan Tamir, sekitar 2,5 miliar orang-terutama di negara berkembang-mengonsumsi serangga sebagai bagian dari makanan rutin mereka. "Serangga yang paling banyak dimakan di dunia adalah belalang," kata Tamir.

Untuk membuat belalang lebih disukai, Hargol mengubah serangga satu itu menjadi bubuk yang dapat dicampur ke berbagai jenis makanan. Tak hanya itu, Hargol juga akan menghadirkan campuran panekuk dan bubuk smoothie berbahan dasar belalang.

Ram Reifen, pakar nutrisi dari Hebrew University, mengapresiasi usaha Tamir untuk menghadirkan protein hewani alternatif yang lebih berkelanjutan.

Reifen juga mengatakan bahwa Bumi sedang menghadapi tantangan pasokan makanan yang terus meningkat. Menurutnya, dengan populasi penduduk Bumi yang diperkirakan mencapai 10 miliar pada tahun 2050, berternak hewan seperti ayam dan sapi sebagai sumber protein jelas sangat tidak berkelanjutan.

"Kekhawatirannya kemudian adalah kelangkaan protein," ujar Reifen. Dengan demikian, dimulai sejak saat ini, masyarakat harus mulai mencari protein hewani alternatif yang lebih berkelanjutan seperti belalang.

Belalang merupakan sumber protein yang sangat baik dan mengandung berbagai asam lemak serta mineral. Mengutip Live Strong, belalang umumnya punya kadar protein yang bervariasi sekitar 50-60 persen dari berat keseluruhan. Dengan angka itu, belalang bahkan lebih padat protein daripada sapi.

Belalang juga mengandung sejumlah yodium, fosfor, zat besi, tiamin, riboflavin, dan niasin yang memadai. Belalang juga dilengkapi dengan kalsium, magnesium, dan selenium. Kadar karbohidrat yang sangat rendah juga menjadi belalang tepat jika dijadikan salah satu menu diet Anda.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNN]