Studi: Covid-19 Dapat Sebabkan Ruam dan Perubahan Warna Kulit

tim, CNN Indonesia | Sabtu, 08/08/2020 20:27 WIB
Studi kasus terbaru di New York, Amerika Serikat menemukan infeksi virus corona (Covid-19) dapat menyebabkan ruam dan perubahan warna kulit. ilustrasi: Studi kasus terbaru di New York, Amerika Serikat menemukan infeksi virus corona (Covid-19) dapat menyebabkan ruam dan perubahan warna kulit.(Istockphoto/Getty Images/dimarik)
Jakarta, CNN Indonesia --

Studi kasus terbaru di New York, Amerika Serikat menemukan infeksi virus corona (Covid-19) dapat menyebabkan ruam dan perubahan warna kulit. Studi kasus dari penelitian NewYork-Presbyterian/Weill Cornell Medical College ini baru saja diterbitkan di jurnal medis, JAMA Dermatology.

Dalam laporan itu, tim dokter menganalisis perubahan warna kulit pada empat pasien Covid-19 parah yang berusia 40-80 tahun. Peneliti mendapati pasien itu mengalami perubahan warna kulit serta lesi yang disebut dengan retiform purpura.

Beberapa ruam tanda kulit yang didapati di antaranya, jari tangan atau kaki merah atau ungu, gatal-gatal, benjolan di jari, ruam merah di kulit.


Hasil pemeriksaan biopsi menunjukkan ruam itu merupakan jenis vaskulopati yang berarti pengaruh dari pembuluh darah. Peneliti menyimpulkan bahwa perubahan warna kulit itu mewakili oklusi parsial atau penyumbatan pembuluh darah dan retiform purpura atau penyumbatan penuh.

Peneliti menyebut ruam dan perubahan warna kulit itu dapat menjadi petunjuk klinis terjadinya pembekuan darah di tubuh pasien Covid-19. Sejumlah penelitian sebelumnya, mendapati Covid-19 terkait dengan pembekuan darah yang tak normal.

Peneliti menyatakan studi kasus ini memiliki sejumlah batasan, mulai dari tidak dapat mengonfirmasi waktu ruam dan masalah kulit lain yang muncul. Peneliti menyebut perlu lebih banyak penelitian untuk mengetahui masalah serupa pada pasien Covid-19 lainnya.

Tim peneliti merekomendasikan baik pasien positif Covid-19 dan dokter yang menanganinya mesti menyadari perubahan warna kulit dan ruam sebagai tanda adanya pembekuan darah yang tidak normal.

Selain studi kasus di New York ini, sejumlah dokter dan peneliti di seluruh dunia juga melaporkan ruam kulit yang serupa pada pasien Covid-19. Dikutip dari CNN, peneliti di King's College London merekomendasikan ruam kulit di jari tangan dan kaki untuk masuk dalam gejala utama Covid-19.

Peneliti King's College menggunakan data dari aplikasi Covid-19 Symptom Study, yang dikirimkan oleh sekitar 336 ribu orang di Inggris. Mereka mendapati bahwa 8,8 persen orang yang positif virus corona melaporkan ruam kulit sebagai gejala.

Tim peneliti kemudian mengadakan survei online terpisah pada 12 ribu orang dengan ruam kulit dan diduga atau dikonfirmasi Covid-19. Para peneliti menemukan bahwa 17 persen responden yang  positif Covid-19 melaporkan ruam sebagai gejala pertama penyakit tersebut. Sebanyak 21 persen dar orang yang melaporkan ruam itu menyebut ruam adalah satu-satunya gejala Covid-19 yang mereka alami.

(ptj/chs)

[Gambas:Video CNN]


ARTIKEL TERKAIT