Studi Ungkap Ganja Dapat Membahayakan Jantung

TIM, CNN Indonesia | Kamis, 06/08/2020 18:58 WIB
Studi menemukan penggunaan ganja berpotensi mengganggu obat yang diresepkan dan, memicu risiko penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke. Ilustrasi: Studi menemukan penggunaan ganja berpotensi mengganggu obat yang diresepkan dan, bisa memicu risiko penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung dan strok. (Foto: Mladen ANTONOV / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ganja digadang-gadang menjadi amunisi baru di dunia kesehatan. Tapi pertimbangan baru-baru ini dari American Heart Association (AHA) justru tidak merekomendasikan orang untuk merokok atau mengonsumsi produk ganja lantaran potensi yang membahayakan bagi jantung, paru dan pembuluh darah.

Pernyataan resmi tersebut dipublikasikan pada Rabu (5/8) di jurnal Circulation AHA.

"Penggunaan ganja berpotensi mengganggu obat yang diresepkan serta memicu kondisi atau sesuatu berkaitan dengan kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke," kata Robert Page II, farmakolog klinis yang memimpin kelompok penulisan medis untuk pernyataan tersebut seperti dikutip dari CNN.


Page pun menambahkan penggunaan ganja untuk pengobatan atau rekreasional baik oral maupun topikal, dosisnya harus terukur. Ini bertujuan mengurangi beberapa potensi risiko.

Dari sejumlah studi yang dianalisis, tim menemukan ada efek kelainan irama jantung seperti takikardia dan fibrilasi atrium yang terjadi setelah 1 jam mengisap ganja.

Gangguan irama jantung terjadi akibat kandungan THC atau Tetrahydrocannabinol pada ganja. THC mengakibatkan irama jantung lebih cepat, sehingga meningkatkan kebutuhan oksigen, merusak dinding arteri dan berkontribusi pada tekanan darah makin tinggi.

Asap ganja mirip dengan asap tembakau. Di samping kandungan THC, ada peningkatan karbon monoksida dari aktivitas merokok ganja.

Infografis Daftar Negara yang legalkan GanjaFoto: CNNIndonesia/Basith Subastian
Infografis Daftar Negara yang legalkan Ganja

Baik keracunan karbon monoksida dari tembakau maupun dari ganja bisa mengakibatkan nyeri dada, serangan jantung, gangguan irama jantung dan kondisi jantung serius lainnya.

Studi juga menunjukkan, mereka yang memiliki penyakit jantung, bakal makin tinggi risiko mengalami stroke dan gagal jantung.

Melihat kondisi tersebut, dunia medis lebih mempertimbangkan kandungan CBD atau cannabidiol--satu dari 80 komponen zat pada ganja. Berbeda dengan THC, CBD justru berhubungan dengan penurunan tekanan darah, penurunan detak jantung dan, inflamasi. Bahkan produk dengan CBD ini sudah disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA).

Di sisi lain, Page mengisyaratkan riset lanjutan berkaitan dengan penggunaan ganja dan keamanan jantung.

"Penting juga bahwa orang hanya menggunakan produk ganja legal karena tidak ada kontrol kualitas atau kandungan produk ganja yang dijual di pinggir jalan," saran Page.

(els/NMA)

[Gambas:Video CNN]


ARTIKEL TERKAIT