Kemenparekraf Gelar Revitalisasi Destinasi Wisata di Bali

Kemenparekraf, CNN Indonesia | Selasa, 29/09/2020 14:22 WIB
Kemenparekraf berupaya menyempurnakan fasilitas destinasi wisata di Bali melalui program revitalisasi untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata. Kemenparekraf berupaya menyempurnakan fasilitas destinasi wisata di Bali melalui program revitalisasi untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata. (Foto: dok. Kemenparekraf)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) berupaya melengkapi dan menyempurnakan fasilitas destinasi wisata di Bali demi membangkitkan kembali sektor pariwisata melalui Program Revitalisasi Destinasi Wisata Bali. Program yang digelar pada Oktober mendatang itu akan diadakan bersamaan dengan program reaktivasi industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Kemenparekraf/Baparekraf Hari Santosa Sungkari berkata, revitalisasi berfokus pada perbaikan amenitas di daya tarik wisata (DTW) berupa perbaikan toilet dan penambahan fasilitas penunjang kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kenyamanan pengunjung lewat penerapan protokol.

"Program revitalisasi destinasi wisata Bali merupakan inisiasi dari Kemenparekaf untuk membangun kembali pariwisata di Bali. Kami akan menerapkan bertahap di beberapa DTW yang tersebar di delapan kabupaten dan satu kota se-Bali. Tentu dukungan revitalisasi destinasi wisata Bali akan kami sesuaikan dengan prioritas dan kebutuhan di masing-masing DTW yang memang sudah menjadi tujuan wisata dan banyak pengunjungnya. Rencana akan kami mulai dari Tanah Lot Kabupaten Tabanan dan Tirtha Empul Kabupaten Gianyar," ujar Hari.


Sementara, program reaktivasi industri pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan upaya pemulihan ekonomi nasional untuk membantu industri perhotelan di masa pandemi Covid-19, antara lain dengan menyiapkan akomodasi untuk tenaga kesehatan dan pasien konfirmasi tanpa gejala. Khusus Bali, Kemenparekraf telah menyiapkan 680 kamar hotel, dan kini disebut sedang dalam proses penetapan MoU, serta petunjuk teknis pelaksanaan.

Hari melanjutkan, program Revitalisasi Destinasi Wisata Bali juga akan dimulai bersamaan dengan peresmian revitalisasi toilet Pantai Kuta. Revitalisasi itu menjadi salah satu prototype kegiatan Bali Rebound yang dilaksanakan pada Juni-Agustus 2020, dalam bentuk bersih destinasi dan dukungan CHSE di kawasan ITDC Nusa Dua, Pantai Pandawa, Pantai Kuta, dan Uluwatu dengan melibatkan pekerja Parekraf sebanyak kurang lebih 500 orang.

"Peresmian revitalisasi toilet sekaligus menjadi penanda dimulainya kegiatan Revitalisasi Destinasi Wisata Bali yang akan dilakukan di 8 Kabupaten dan 1 kota di Bali," kata Hari.

Direktur Pengembangan Destinasi Regional II Wawan Gunawan mengatakan, program Bali Rebound adalah role model yang diterapkan di program Revitalisasi Destinasi Wisata Bali.

"Revitalisasi Destinasi Wisata Bali akan difokuskan kepada perbaikan toilet yang ada di DTW serta penambahan beberapa fasilitas CHSE lainnya, namun tetap dengan inovasi agar penyempurnaan fasilitas di destinasi dapat dirasakan oleh wisatawan," ujar Wawan.

(rea)