Hari Menopause Sedunia

Sejarah Peringatan Hari Menopause Sedunia

tim, CNN Indonesia | Minggu, 18/10/2020 08:01 WIB
Tanggal 18 Oktober merupakan peringatan Hari Menopause Sedunia dan digunakan untuk meningkatkan kesadaran terkait kondisi wanita ketika berhenti menstruasi. Tanggal 18 Oktober merupakan peringatan Hari Menopause Sedunia dan digunakan untuk meningkatkan kesadaran terkait kondisi wanita ketika berhenti menstruasi. (iStockphoto/South_agency)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tanggal 18 Oktober merupakan peringatan Hari Menopause Sedunia. Hari itu ditetapkan sejak 2009 oleh International Menopause Society bersama Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebagai sarana meningkatkan kesadaran masyarakat terkait kondisi perempuan ketika berhenti menstruasi.

Menopause merupakan kondisi yang dialami perempuan ketika berhenti mengalami menstruasi. Biasanya hal tersebut terjadi seiring pertambahan usia.

Sedangkan International Menopause Society adalah badan amal berbasis di Inggris yang dibentuk saat Kongres Menopause kedua di Yerusalem pada 1978.


Seperti dilansir National Today, dokter-dokter di Inggris pada 1800-an memberikan resep campuran soda berkarbonasi sebelum makan untuk pasien menopause. Mereka juga meresepkan opium dan ganja demi mengurangi gejala menopause. 

Hingga pada 1890-an, para dokter mulai memberikan Ovariin kepada pasien menopause. Ovariin dibuat lewat proses pengeringan ovarium sapi.

Pada 1930-an, menopause digambarkan sebagai penyakit defisiensi hormon. Terapi Penggantian Hormon (HRT) menjadi salah satu obat yang paling umum dan canggih untuk gejala menopause.

Gejala Menopause

Seperti dilansir menopause.org, beberapa hal menjadi gejala memasuki menopause, seperti menstruasi yang tidak teratur, hot flash (perasaan hangat yang datang tiba-tiba dan berlangsung intens di sekujur wajah, leher dan dada), vagina mengering, gangguan tidur, dan perubahan suasana hati atau perasaan. Hal tersebut terjadi karena perubahan level hormon ovarium (estrogen) yang tidak merata di tubuh.

Hal itu bisa terjadi bertahun-tahun sebelum memasuki menopause, yang disebut dengan perimenopause.

Normalnya, perempuan mengalami menopause pada usia 45 sampai 55 tahun. Namun satu persen wanita dapat mengalami menopause di bawah usia 40 tahun. Ini dikenal sebagai menopause dini.

Menopause dini bisa disebabkan kondisi medis seperti kelainan tiroid atau penyakit lupus. Kemoterapi dan radiasi juga rawan merusak ovarium dan menyebabkan menopause dini.

Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Pemerintah Negara Bagian Victoria, Australia mencatat penyebab dari 60 persen wanita dengan menopause dini tidak diketahui.

Sedangkan 10 sampai 30 persen lainnya dikarenakan penyakit autoimun seperti hipotiroidisme, penyakit crohn, lupus eritematosus sistemik, atau artritis reumatoid.

man wearing shorts holding genitals. Men's health, venereologist, sexual diseaseFoto: iStockphoto/Staras
ilustrasi menopause pria

Dan lima sampai 30 persen lainnya mengalami menopause dini karena kondisi genetik. Dan beberapa dikarenakan infeksi virus, seperti cytomegalovirus atau gondongan.

Menopause dini dapat berdampak pada kesehatan seseorang. Namun hal ini bisa diminimalisir dengan terapi hormon menopause (MHT) atau terapi pengganti hormon (HRT), maupun konsumsi pil kontrasepsi oral kombinasi estrogen dan progesteron.

Salah satu hal yang selalu dianjurkan untuk menghambat menopause adalah memperbaiki gaya hidup. Rutin berolahraga dapat meningkatkan produksi endorfin secara alami sekaligus untuk menjaga berat badan. 

Di hari menopause sedunia ini, semua orang baik pria atau wanita diingatkan untuk menjaga kesehatan mereka sejak sebelum menopause terjadi. 

(chr/chs)

[Gambas:Video CNN]