Menguak Mitos Bersin 3 Kali 'Diomongin' Orang

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 25/10/2020 16:40 WIB
Bersin tiga kali tak melulu soal mitos ada seseorang yang sedang membicarakan Anda. Berikut alasan ilmiah di balik bersin tiga kali. Ilustrasi. Bersin tiga kali tak melulu soal mitos ada yang sedang membicarakan Anda. (iStockphoto/evrim ertik)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ada mitos yang beranggapan bahwa bersin tiga kali menjadi pertanda ada orang lain yang sedang membicarakan Anda. Namun, bersin tiga kali tak melulu soal mitos. Ada penjelasan ilmiah mengapa seseorang bersin sampai tiga kali.

Pada dasarnya, bersin membantu seseorang membersihkan iritan dari saluran pernapasan. Berkat bersin, partikel asing bakal keluar dari hidung. Untuk sebagian kasus, bersin yang mencapai tiga kali lemparan masih terbilang normal.

"Bersin pertama melonggarkan saluran. Bersin kedua, benda asing sampai ke depan hidung. Bersin ketiga itu [partikel asing] keluar," ujar ahli sinus, Jordan S Josephson, melansir Live Science.


Selain benda asing, bersin juga dipicu oleh infeksi virus seperti flu, reaksi alergi terhadap udara dingin, serbuk sari bunga dan bulu hewan, iritan fisik seperti asap kendaraan, serta partikel yang ditemui di lingkungan sekitar seperti debu, lumut, dan jamur.

Akan tetapi, tidak semua bersin berhubungan dengan iritasi. Dunia medis mengenal istilah bersin fotik, di mana seseorang bersin saat terpapar sinar matahari. Dari survei informal Scientific American, sekitar 10-35 persen populasi mengalami bersin fotik. Kemudian ada pula bersin snatiation, yakni bersin akibat rasa kenyang.

Apa pun jenisnya, bersin tak ada hubungannya dengan seseorang di luar sana yang membicarakan Anda. Saat bersin, Josephson mengingatkan untuk selalu menutup hidung dan mulut demi mencegah penyebaran kuman.

Josephson juga merekomendaskan untuk mencuci tangan setelah bersin. Selain itu, sebagai cara terbaik, tutup mulut saat bersin dengan sapu tangan atau tisu sekali pakai.

(els/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK