Kemenparekraf Kembangkan Karya Kreatif Warga Labuan Bajo

Kemenparekraf, CNN Indonesia | Jumat, 23/10/2020 22:11 WIB
Kemenparekraf menyatakan wisatawan bisa memperoleh pengalaman melalui karya kreatif masyarakat lokal. Suasana Labuan Bajo. (Foto: CNN Indonesia/Eka Santhika)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengidentifikasi pelbagai strategi dalam pengembangan karya kreatif lokal untuk meningkatkan daya tarik wisata di Labuan Bajo, NTT.

Staf Ahli Bidang Inovasi dan Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Joshua Puji Mulia Simanjuntak mengatakan saat ini wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara melakukan perjalanan wisata tidak hanya sekadar jalan-jalan santai.

Namun, kata dia, pariwisata yang juga memberikan pengalaman bagi wisatawan itu sendiri.


"Salah satu upaya agar wisatawan memperoleh pengalaman dalam berwisata adalah melalui karya atau produk kreatif lokal seperti kriya, fesyen, kuliner, serta seni pertunjukan. Untuk itu, diperlukan strategi yang dapat mengembangkan kreatif lokal tersebut, khususnya di Labuan Bajo yang merupakan destinasi wisata kelas premium," kata Josua Simanjuntak dalam rilisnya, Jumat (23/10).

Direktur Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo - Flores beserta Kepala Dinas Pariwisata Manggarai Barat, Shana Fatina dan Agustinus Rinus, mengatakan saat ini pihaknya sedang mendorong inkubasi berbagai karya kreatif seperti kuliner, fesyen, dan seni pertunjukan.

"Mereka bisa menyuguhkan karya kreatif lokal yang otentik kepada wisatawan dengan konsep destinasi premium. Hal ini dilakukan agar wisatawan benar-benar bisa meperoleh pengalaman dan merasakan kemewahan yang tidak wisatawan temukan di tempat lain," kata Shana Fatina.

Kain tenun khas Maumere, salah satu sentra penghasil kain tenun di Flores di Indonesia Pavilion dalam perhelatan IMF-WB di Nusa Dua, Bali.Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Dinda Audriene Muthmainah)

Manfaat Masyarakat Lokal

Sementara itu, Konsultan Ahli Kuliner, Vita Datau, mengatakan belanja terbesar wisatawan yaitu untuk berbelanja makan, minuman, dan oleh-oleh. Hal ini dapat memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat lokal.

"Sebagai contoh, terdapat sebuah desa di Manggarai Barat yang memproduksi gula sendiri. Ini merupakan potensi yang sangat baik untuk mengembangkan atraksi kuliner. Wisatawan bisa terjun langsung dalam proses pembuatan gula tersebut sehingga, bisa menciptakan daya tarik wisata kuliner baru," kata Vita Datau.

Selain itu, Vita Datau menyebut bahwa tren kuliner dunia sekarang ini yaitu makanan harus bernutrisi dan sehat serta mengangkat produk lokal seperti ikan, sayur, dan produk kuliner khas lainnya. Oleh karena itu, peningkatan terhadap kualitas produk lokal sangat diperlukan.

Konsultan Ahli Kriya, Fauzy Prasetya Kamal, mengatakan bahwa sedikit pengrajin kriya yang bisa menuangkan keahliannya ke dalam pengetahuan, sehingga keahlian tersebut tidak memperoleh refund digenerasi berikutnya.

"Melihat kondisi tersebut, perlu ada peningkatan kompetensi SDM, agar pengrajin kriya memiliki kemampuan dalam menuliskan keahlian mereka," ujar Fauzy.

Konsultan Ahli Fesyen, Aprina Murwanti, menuturkan potensi lokal utama fesyen di Manggarai Barat yang dapat dikembangkan yaitu kain tenun. Namun, tantangan dalam mengembangkan kain tenun ini adalah belum terbentuknya ekosistem busana fesyen tenun.

"Untuk mendukung pengembangan produk fesyen tersebut diperlukan kolaborasi dengan desainer dalam mengelola busana secara berkelanjutan," ungkap Aprina.

(asa)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK