Dana Hibah Pariwisata Rp3,3 T Diharapkan Berguna Maksimal

Kemenparekraf, CNN Indonesia | Jumat, 23/10/2020 22:26 WIB
Kemenparekraf yakin Pemda dan pemangku kepentingan pariwisata memiliki tekad yang sama untuk menyukseskan program hibah pariwisata. Suasana di Bali. (Foto: iStockphoto/LoweStock)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melibatkan berbagai pemangku kepentingan pariwisata dan pemda agar turut berkomitmen dan bekerja sama dalam program Dana Hibah Pariwisata sebesar Rp3,3 triliun guna mempercepat proses pemulihan sektor pariwisata yang terdampak pandemi COVID-19.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo mengatakan pihaknya yakin Pemda dan pemangku kepentingan pariwisata memiliki tekad yang sama untuk menyukseskan program hibah pariwisata.

"Dibutuhkan komitmen dan kerja sama seluruh stakeholder pariwisata termasuk pemerintah daerah dan pengelola usaha pariwisata penerima dana hibah untuk memastikan bahwa dana yang telah dikeluarkan oleh pemerintah pusat dapat dimanfaatkan maksimal," ujar Angela saat membuka Rapat Koordinasi dan Review Rencana Kerja Dana Hibah Pariwisata Tahun 2020 Kelompok III secara daring, Jumat (23/10)


Kementerian itu mencatat ada 282,93 juta perjalanan dengan pengeluaran Rp307,35 triliun pada 2019.

Di sisi lain, tercatat wisatawan asal Indonesia yang pergi keluar negeri pada 2018 sebesar 9,5 juta orang dengan pengeluaran sebesar US$1.090 dolar per keberangkatan. Jika ditotal terdapat US$10,355 miliar dolar atau setara Rp150 triliun.

Pengalaman Wisatawan

Angela menegaskan kembali bahwa sektor pariwisata adalah tentang pengalaman.

Menurutnya, pariwisata tidak cukup hanya memberikan janji tentang keamanan dan keselamatan serta protokol kesehatan, namun harus mampu membuktikan melalui pengalaman wisatawan bahwa Indonesia adalah destinasi yang bersih, sehat, dan aman untuk dikunjungi.

"Jika kita bisa memanfaatkan hibah pariwisata Rp3,3 T ini, untuk menguatkan protokol kesehatan dilengkapi dengan sertifikasi I do care, saya yakin kepercayaan publik akan meningkat," tegas Angela.

Deputi Bidang Industri dan Investasi Baparekraf Fadjar Hutomo menjelaskan Kemenparekraf berperan sebagai executing agency (Badan Pelaksana) dari Program Hibah Pariwisata ini.

"Pemerintah akan terus mengeluarkan kebijakan untuk membantu sektor pariwisata agar lebih cepat bangkit," ujarnya.

Sosialisasi Program Hibah Pariwisata secara daring telah dilakukan pada 8 Oktober 2020 dengan mengundang 101 kabupaten/kota Penerima Dana Hibah Pariwisata.

Selain itu, dilanjutkan pula dengan review rencana kerja usulan kabupaten/kota yang pelaksanaannya terbagi menjadi 3 (tiga) batch/sesi yaitu: Batch I (17 Oktober 2020) wilayah Jawa dan Bali sebanyak 34 kabupaten/kota, Batch 2 (20 Oktober 2020) wilayah Sumatera sebanyak 28 kabupaten/kota, dan Batch 3 pada Jumat, 23 Oktober 2020 wilayah Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua yaitu sebanyak 39 kabupaten/kota.

(asa/asa)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK