HARI PEJALAN KAKI NASIONAL

Mengenang Pilu Sejarah Hari Pejalan Kaki Nasional

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 22/01/2021 19:55 WIB
Hari Pejalan Kaki Nasional diperingati pada 22 Januari setiap tahun. Sejarah Hari Pejalan Kaki Nasional tak lepas dari kisah pilu yang menyeret sejumlah orang. Ilustrasi. Sejarah Hari Pejalan Kaki Nasional tak lepas dari kisah pilu yang menyeret sejumlah orang. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hari Pejalan Kaki Nasional diperingati pada 22 Januari setiap tahunnya. Sejarah Hari Pejalan Kaki Nasional tak lepas dari kisah pilu yang menyeret sejumlah orang.

Pada 22 Januari 2012, terjadi sebuah tragedi di Tugu Tani, Jakarta Pusat. Sebuah mobil Daihatsu Xenia dengan nomor polisi B 2479 XI menabrak belasan pejalan kaki saat melintas di Jalan Ridwan Rais. Mobil yang dikendarai Afriyani Susanti ini pun menewaskan 9 orang pejalan kaki.

Dari keterangan pihak kepolisian, Afriyani dan ketiga temannya sempat menenggak alkohol dan narkoba sesaat sebelum peristiwa nahas itu. Seperti diberitakan di berbagai media, Afriyani sebelumnya menghadiri acara pernikahan di Hotel Borobudur, kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.


Kemudian mereka bergerak ke tempat hiburan di Kemang, Jakarta Selatan. Hingga dini hari, mereka menenggak minuman beralkohol.

Selepas dari lokasi ini, mereka bergerak ke klub malam Stadium dan sempat melakukan transaksi ekstasi. Baru sekitar pukul 10 pagi, mobil melintas di Tugu Tani dan Afriyani kehilangan kendali. Sebanyak 8 pejalan kaki tewas di tempat, 1 orang meninggal di rumah sakit, dan 3 lainnya mengalami luka-luka.

Atas peristiwa itu-lah, 22 Januari ditetapkan sebagai Hari Pejalan Kaki Nasional. Peringatan ini digaungkan untuk mengedukasi masyarakat mengenai aturan lalu lintas dan keselamatan berlalu lintas di jalan raya.

Tahun ini Hari Pejalan Kaki Nasional diisi dengan susur trotoar di kawasan Pasar Senen-Gambir, Jakarta.

Bersamaan dengan ini, Koalisi Pejalan Kaki menyampaikan hasil survei rapor trotoar di 34 kota dan 26 kabupaten di seluruh Indonesia. Dari skala 1-10, rata-rata nilai rapor trotoar Indonesia adalah 4,90. Untuk trotoar di kota rata-rata 4,95 sedangkan kabupaten 4,07.

Meski tidak bisa dijadikan rujukan riset ilmiah, rapor ini bisa dijadikan bahan pertimbangan bagi para pemangku kepentingan dalam memperhatikan fasilitas pejalan kaki.

(els/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK