Batu Basiha, Keunikan Alam dari Letusan Gunung Toba

CNN Indonesia | Senin, 01/03/2021 10:50 WIB
Geosite Batu Basiha yang terbentuk dari letusan Gunung Api Toba pada ratusan tahun lalu merupakan salah satu geosite UNESCO. Geosite Batu Basiha di Desa Aek Bolon, Balige, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara. (ANTARA/Donny Aditra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara, akan mengembangkan Geosite Batu Basiha dan kawasan sekitarnya menjadi lokasi ekowisata dan agrowisata sebagai upaya menarik lebih banyak wisatawan.

Geosite Batu Basiha yang berada di Desa Aek Bolon, Balige, Kabupaten Toba ini merupakan satu di antara 16 geosite yang telah diakui Dewan Eksekutif United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada 7 Juli 2020 menjadi anggota UNESCO Global Geopark.

"Di sana ada sawah, bisa sekaligus melihat kehidupan sehari-hari masyarakat. Jadi, ini akan digabungkan dengan agrowisata maupun ekowisata yang ada di sana," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Toba Jhon Piter Silalahi di Medan, Sabtu (27/2), seperti yang dikutip dari ANTARA.

Geosite Batu Basiha merupakan salah satu situs peninggalan sejarah yang terbentuk dari pecahan batu akibat letusan Gunung Api Toba pada ratusan tahun lalu.

Tokoh Adat Desa Aek Bolon Timbul Napitupulu mengatakan nama Batu Basiha diambil dari bahasa Batak, yaitu 'batu sian hau' yang artinya batu dari kayu.

Berdasarkan mitologi masyarakat, Batu Basiha terbentuk dari tumpukan kayu yang rencananya untuk membangun sebuah rumah adat batak oleh nenek moyangnya, yaitu oppung Manggak Napitupulu. Namun setelah tersambar petir tumpukan kayu tersebut berubah menjadi batu.


Sebelum disambar petir, sosok seekor harimau juga sempat mengingatkan agar nenek moyang tidak membuat rumah adat di tempat tersebut, sehingga mengurungkan niat untuk membangunnya.

Sementara itu Kepala Desa Aek Bolon Dapot Simanjuntak menyebutkan sebagian banyak masyarakat memang masih meyakini mitos tersebut sebagai sebuah peringatan untuk menjaga alam dan tidak merusak lingkungan.

Pihaknya bersama pemerintah kabupaten juga telah membangun jalan setapak menuju kawasan Geosite Batu Basiha, sehingga semakin menarik wisatawan untuk datang melihat warisan geologi tersebut.

(ANTARA/ard)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK