5 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Penderita Bipolar

tim, CNN Indonesia | Rabu, 31/03/2021 08:22 WIB
Terdapat sejumlah makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita bipolar karena dapat menimbulkan risiko gejala gangguan yang semakin buruk. Kafein menjadi salah satu jenis makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita bipolar karena dapat menimbulkan risiko gejala gangguan yang semakin buruk. (IT-STUDIO/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Makanan yang tidak sehat dapat menyebabkan berbagai penyakit. Hal itu juga dapat berkontribusi pada suasana hati pada penderita bipolar. Makanan tertentu dapat menimbulkan risiko gejala gangguan yang semakin buruk.

Oleh karena itu, terdapat sejumlah jenis makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita bipolar.

"Menjaga pola makan yang sehat tidak hanya berpotensi bermanfaat bagi gejala gangguan bipolar tetapi juga mengurangi beban penyakit yang muncul bersamaan ini," kata Rachel Bergmans, peneliti di departemen psikiatri di University of Michigan Medical School di Ann Arbor, seperti dikutip Everyday Health.


Ada banyak bukti bahwa nutrisi memengaruhi kesehatan mental, termasuk suasana hati pada gangguan bipolar.

Salah satunya, sebuah penelitian yang diterbitkan pada September 2015 di Journal of Psychiatric Research menemukan bahwa makanan berlemak tertentu dapat menyebabkan kesehatan mental yang buruk dan disfungsi secara keseluruhan pada orang dengan gangguan bipolar.

Berikut jenis minuman dan makanan yang perlu dihindari oleh penderita bipolar.

1. Kafein

Kafein disebut menjadi Kafein adalah pemicu bipolar yang tak disadari dan juga dapat mengganggu tidur. Ini bisa sangat bermasalah karena kurang tidur adalah untuk perubahan suasana hati bipolar dan manik.

National Sleep Foundation menunjukkan bahwa selain memengaruhi tidur, kafein dapat meningkatkan gangguan dan kecemasan. Mereka pun merekomendasikan untuk menghindari kafein saat mendekati waktu tidur.

"Stimulan ini dapat memicu manik dan harus dihindari," kata Jess G. Fiedorowicz, profesor di departemen psikiatri dan penyakit dalam di University of Iowa Carver College of Medicine in Iowa City.

2. Alkohol

Alkohol dan gangguan bipolar adalah kombinasi yang buruk. Alkohol dapat memengaruhi perubahan suasana hati bipolar dan juga dapat berinteraksi secara negatif dengan obat-obatan seperti lithium, menurut National Alliance on Mental Illness (NAMI).

3. Gula

Menurut hasil penelitian multisenter yang diterbitkan pada Juni 2015 di jurnal Acta Psychiatrica Scandinavica, makan makanan tinggi gula dapat mempersulit pengendalian berat badan dan obesitas - dan lemak perut terkait - dan membuat beberapa perawatan obat gangguan bipolar kurang efektif.

Sebagai gantinya, buah-buahan akan lebih baik ketimbang makan makanan manis.

4. Garam

Jika Anda menggunakan litium untuk gangguan bipolar, Anda perlu memantau asupan garam dengan cermat, karena setiap peningkatan atau penurunan mendadak dalam jumlah natrium yang Anda konsumsi dapat memengaruhi kadar litium.

Menurut NAMI, orang yang mengonsumsi lithium sebaiknya menghindari diet rendah natrium dan dehidrasi, karena dapat meningkatkan risiko keracunan litium.

Bicarakan dengan dokter tentang bagaimana mengelola garam dengan aman dalam makanan Anda agar tetap dalam kisaran yang sehat.

5. Lemak

Fiedorowicz menyarankan mengikuti rekomendasi jantung sehat dari American Heart Association untuk membatasi jumlah lemak jenuh dan lemak trans dalam makanan.

Itu berarti memilih protein tanpa lemak dan produk susu rendah lemak serta makan banyak buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian yang sehat.

Anda mungkin pernah mendengar bahwa lemak dalam makanan dapat mengubah cara tubuh menerima obat.

Umumnya, obat masih efektif, tetapi makan banyak gorengan, makanan berlemak tidak baik untuk jantung. Dan ingat, bahwa minyak yang digunakan untuk menggoreng mengandung asam lemak omega-6 yang tinggi yang perlu dihindari.

(agn/agn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK