Peduli Lingkungan, Sprite Ajak Daur Ulang Sampah Plastik

Advertorial | CNN Indonesia
Jumat, 30 Apr 2021 00:00 WIB
Sampah masih menjadi salah satu permasalahan besar di Indonesia. Foto: Dok. Sprite
Jakarta, CNN Indonesia --

Sampah masih menjadi salah satu permasalahan besar di Indonesia. Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, jumlah timbunan sampah di Indonesia di 2020 mencapai 67,8 juta ton dengan sampah 175 ribu ton per harinya.

Data dari Sustainable Waste Indonesia pun mencatat penyerapan plastik pasca konsumsi di Pulau Jawa pada akhir 2019 hingga awal 2020 mencapai 0,09 juta plastik. Namun, kebanyakan plastik pasca konsumsi dibuang tanpa ada upaya daur ulang sehingga mencemari lingkungan.

Melihat hal ini, PT Coca-Cola Indonesia memperkuat komitmennya untuk mengurangi dampak dari plastik kemasan pasca konsumsi terhadap lingkungan. Hal ini diwujudkan melalui pengubahan desain pada minuman soda Sprite dengan kemasan botol plastik PET jernih yang lebih mudah didaur ulang.

"Komitmen kami untuk berupaya menjadi bagian dari solusi, memberikan kontribusi positif terhadap pengelolaan sampah di Indonesia yang sudah kami jalankan sejak tahun 2018 melalui visi global World Without Waste. Target besarnya adalah di tahun 2030, kami ingin bisa mengumpulkan dan membantu mendaur ulang kemasan bekas pakai sebanyak yang kita produksi," ujar Director of Public Affairs, Communication and Sustainability PT Coca-Cola Indonesia Triyono Prijosoesilo.

"Salah satunya dengan mengganti kemasan botol ikonik hijau Sprite menjadi botol PET jernih ini, sebagai langkah konkret untuk mencapai visi global World Without Waste. Kami berharap langkah ini dapat membantu meningkatkan pengumpulan dan pendaurulangan botol PET secara keseluruhan di Indonesia.," imbuhnya.

Hal tersebut ia sampaikan pada peluncuran Sprite Kemasan Baru dengan Botol PET Jernih, Minggu (18/2). Adapun peluncuran ini bertepatan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2021.

Sementara itu, Senior Brand Manager PT Coca-Cola Indonesia Fitriana Adhisti mengungkapkan hal senada yaitu bahwa inovasi desain kemasan baru botol Sprite ini merupakan salah satu langkah besar yang dilakukan dalam mengurangi sampah di Indonesia.

Melalui peluncuran ini, Coca-Cola Indonesia pun mengajak masyarakat untuk ikut berkontribusi mendaur ulang sampah plastik lewat project #LihatDenganJernih. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk dapat melihat lebih jelas serta turut berkontribusi terhadap daur ulang sampah plastik di Indonesia.

"Melalui Project #LihatDenganJernih kami ingin mengajak masyarakat untuk memberikan solusi yang berarti guna mengatasi permasalahan sampah plastik.Tak hanya itu, melalui project ini kami juga berupaya mendaur ulang kemasan bekas pakai menjadi benda yang bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan yaitu dalam bentuk kacamata sehingga dapat membantu orang yang membutuhkan agar dapat melihat dengan lebih jernih," ungkapnya.

Melihat hal ini, Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmasi Kemenperin Muhammad Taufiq pun mengapresiasi langkah Sprite dalam melakukan pengelolaan sampah kemasan produknya. Dalam hal ini, pihaknya juga akan mendukung langkah Sprite sehingga industri daur ulang dapat berkembang.

"Kami mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh pihak Sprite untuk mengatasi masalah manajemen pengelolaan sampah dengan bisa diolah kembali menjadi produk yang masih bernilai tinggi. Kami dari pemerintah akan melakukan upaya yang nantinya bisa mendorong terus industri daur ulang agar dapat terus tumbuh dan dapat mengatasi permasalahan lingkungan dan ekonomi sekaligus," paparnya.

Sebagai informasi, dalam project ini, Sprite bekerja sama dengan Waste4Change (W4C) sebagai mitra pengumpulan kemasan bekas pakai. W4C menyediakan microsite berisi informasi bagi masyarakat yang ingin mengirimkan sampah kemasan bekas pakai yang telah dipilah dan dikumpulkan untuk dikirimkan ke mitra bank sampah terdekat yang bermitra dengan W4C.

Adapun seluruh kemasan bekas pakai tersebut akan didaur ulang oleh PlusTik yang merupakan mitra pembuatan kacamata yang akan mengubah sampah plastik menjadi Eco-Plank yang kemudian dibuat menjadi bingkai kacamata. Nantinya, bingkai kacamata tersebut akan disumbangkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui Yayasan Sejuta Kacamata Untuk Indonesia. Masyarakat yang ingin bergabung pada project #LihatDenganJernih dapat mengirimkan botol plastik hingga batas periode project ini yaitu 1 Mei 2021.

Temukan informasi mengenai Project #LihatDenganJernih pada akun Instagram Sprite dan klik link di bio untuk masuk ke microsite Sprite di website Waste4Change.

(adv/adv)
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER