Mengenal POTS, Gejala yang Dialami Penyintas Covid-19

tim, CNN Indonesia | Senin, 03/05/2021 06:47 WIB
Salah satu dari beberapa gejala long Covid-19 yang dialami oleh para penyintas adalah Postural Orthostatic Tachycardia Syndrome (POTS). Apa itu POTS? Ilustrasi. Salah satu dari beberapa gejala long Covid-19 yang dialami oleh para penyintas adalah Postural Orthostatic Tachycardia Syndrome (POTS). Apa itu POTS? (iStockphoto/Pornpak Khunatorn)
Jakarta, CNN Indonesia --

Setelah dinyatakan sembuh, sejumlah penyintas Covid-19 mengalami gejala lanjutan atau yang dikenal dengan sebutan long Covid.

Beberapa gejala long Covid mulai dari kelelahan, sakit kepala, gangguan tidur, diare, hingga Postural Orthostatic Tachycardia Syndrome (POTS).

Apa itu POTS?

Menurut artikel yang dirilis oleh Johns Hopkins Medicine berjudul "Covid-19 and POTS", POTS merupakan kondisi atau gejala yang dapat menyebabkan tubuh berfungsi tanpa disengaja dan tanpa dikendalikan oleh sistem saraf, seperti pada detak jantung dan tekanan darah.


Kondisi POTS seringkali terjadi pada penyintas Covid-19 yang tiba-tiba terbangun dari posisinya yang sedang berbaring.

"POTS merupakan kelainan atau keadaan otonom pada sistem saraf. Biasa disebut dysautonomia, ini adalah kondisi di mana keadaan tubuh tidak bisa menyesuaikan diri terhadap perubahan posisi," kata Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS MMC Jakarta, Puti Sarah Saus, seperti dikutip Antara.

Lebih lanjut, Puti memaparkan bahwa ketika ada perubahan posisi dari tenang atau duduk menjadi berdiri, penderita POTS akan merasakan dada berdebar-debar.

"Ini karena denyut nadi meningkat lebih dari 30 kali per menit dari normalnya," paparnya.

Selain itu, keluhan lain yang bisa muncul yakni seperti rasa limbung, pandangan kabur, tubuh terasa lemas, hingga hampir pingsan.

"Namun, seseorang yang dapat dikatakan memiliki gejala POTS adalah ketika mereka tidak memiliki kelainan lain seperti kekurangan cairan, anemia, atau mengalami demam," kata Puti.

POTS bisa terjadi karena dua hal, yakni gangguan saraf simpatis yang berfungsi mengatur tekanan darah yang bisa tinggi atau rendah dan nadi yang bisa cepat atau lambat, serta gangguan volume darah di dalam tubuh.

"Penyintas Covid-19 rentan mengalami gejala POTS karena COVID-19 bisa merusak organ di dalam tubuh. Reaksi antibodi dan antigen yang dikeluarkan tubuh untuk menangkal Covid-19 dapat mengakibatkan kerusakan pada sistem saraf," kata Puti

"Itulah yang akan menimbulkan gangguan pada penderita POTS sehingga penyintas Covid-19 dengan gangguan sistem saraf simpatis bisa mengalami POTS."

Penanganan POTS

Jika penyintas Covid-19 mengalami POTS yang berasal dari gangguan sistem saraf dan volume cairan yang kurang, maka ada beberapa langkah yang perlu dilakukan, di antaranya melakukan terapi cairan.

Ini adalah terapi awal di mana pasien akan dipenuhi dahulu cairannya yang kurang. Misalnya, diberi minum air minimal dua liter sehari dan juga asupan garam atau sodium untuk meningkatkan volume cairan tubuh.

Kemudian, lakukan olahraga yang tepat. Tidak sembarang olahraga bisa dilakukan karena keluhan yang akan dirasakan oleh pasien POTS ini. Beberapa olahraga yang bisa dilakukan bisa seperti Recumbent cycling dan berenang.

Recumbent cycling paling dimungkinkan karena bersepeda dengan posisi kepala cukup rendah sehingga membuat penyintas Covid-19 tidak merasa pusing.

Namun, aktivitas olahraga ini perlu dikonsultasikan lebih dulu kepada dokter ahlinya, yang biasanya berasal dari Tim Kedokteran Rehabilitasi Medik (Fisioterapi) atau Tim Kedokteran Olahraga.

"Dan hal yang terpenting berikutnya yaitu berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung dan spesialis saraf. Pada pasien POTS dengan gejala lebih berat diperlukan peran kombinasi dua dokter spesialis tersebut," ujarnya.

Menurut Puti, dokter spesialis jantung bisa memberikan terapi tambahan seperti beta-blocker untuk menurunkan nadi yang cepat. Dan dokter spesialis saraf untuk membantu pemulihan pada saraf yang mengalami gangguan.

(Antara/agn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK