7 Ide Pelesiran di Aceh, dari Ngopi sampai Surfing

CNN Indonesia | Minggu, 02/05/2021 04:03 WIB
Ada banyak kegiatan wisata yang bisa dilakukan di Daerah Istimewa Aceh, mulai dari keliling museum, ngopi, sampai surfing. Pemandangan Pantai Sumur Tiga di Pulau Weh, Aceh. (iStockphoto/ishak mutiara)
Jakarta, CNN Indonesia --

Walau berada di ujung utara Indonesia, Daerah Istimewa Aceh juga memiliki banyak obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Ada banyak kegiatan wisata yang bisa dilakukan di sini, mulai dari keliling museum, ngopi, sampai surfing.

Jika Anda suka keliling museum atau memandangi arsitektur yang apik dan bersejarah, maka Anda akan menemukan banyak lokasi menarik di Banda Aceh serta beberapa monumen yang didedikasikan untuk mereka yang merenggut nyawa saat bencana tsunami tahun 2004 silam.


Berikut 7 rekomendasi kegiatan wisata di Aceh:

1. Museum Tsunami, Museum Aceh, dan Rumah Aceh

Pertama, Anda bisa mengunjungi Museum Tsunami yang ada di kota Banda Aceh yang berfungsi sebagai monumen dan pusat pendidikan terkait tsunami untuk menghormati 100 ribu orang lebih yang kehilangan nyawa akibat terjangan tsunami tahun 2004.

Museum ini memiliki rekaman dan penyebab terjadinya tsunami. Salah satu bagian yang paling mencekam dari museum ini adalah bagian air terjun yang bertujuan untuk menirukan bagaimana gelombang air laut yang menjulang tinggi.

Area museum ini terdiri dari koridor gelap, ketika Anda melangkah maka Anda akan mendengar suara ombak yang deras di sekitar Anda.

Atap yang tembus pandang dihiasi bendera negara donor yang membantu percepatan pembangunan Aceh di Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, Sabtu, 20 Desember 2014. Museum Tsunami Aceh yang dibangun untuk mengenang tragedi tsunami 26 Desember 2004 silam yang menyebabkan lebih dari 200 ribu orang meninggal dan kehilangan keluarga. CNN Indonesia/Safir MakkiAtap yang tembus pandang dihiasi bendera negara donor yang membantu percepatan pembangunan Aceh di Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Masih di kota Banda Aceh, ada museum lain yaitu Museum Aceh yang dipenuhi dengan barang-barang antik seperti peralatan untuk pertanian jaman dahulu, persenjataan, dan lainnya.

Salah satu bagian menarik yang ada di Museum Aceh adalah boneka bayi kerbau yang memiliki dua kepala.

Di sekitar kompleks Museum Aceh ada Rumah Aceh yang wajib Anda kunjungi. Rumah Aceh adalah rumah yang ditinggalkan oleh warga setempat tapi dialih fungsikan sebagai museum.

Rumah Aceh menawarkan wawasan tentang bagaimana orang Aceh hidup di masa lalu. Tempat ini adalah salah satu contoh terbaik dari arsitektur tradisional yang ada di kota tersebut.

2. Air Terjun Blang Kolam, Orangutan di Hutan Ketambe, dan Bukit Terong

Jika Anda hendak pergi ke kota Lhokseumawe, direkomendasikan untuk melakukan perjalanan ke Desa Sidomulyo di mana Anda akan menemukan Air Terjun Blang Kolam.

Air terjun ini menjulang setinggi lebih dari 75 meter dan dikelilingi hutan hujan yang menawan.

Anda dapat melakukan perjalanan singkat ke air terjun yang akan membawa Anda menuju hutan hujan yang rimbun dengan pemandangan yang menakjubkan pula.

Banyak orang memilih untuk membawa perlengkapan berkemah dan bermalam di sana karena suasananya sangat tenang.

Selanjutnya Anda disarankan untuk mengunjungi Taman Nasional Gunung Leuser yang membentang dari Sumatra Utara hingga Aceh.

Sebagian wisatawan memilih untuk mengunjungi taman tersebut lewat jalur Bukit Lawang di Sumatra Utara namun jika Anda ingin menikmati suasana hutan hujan yang jauh dari keramaian, maka tempat terbaik untuk melakukannya adalah di Ketambe, Aceh.

Taman ini terdiri dari hutan hujan primer dan penuh dengan sejumlah besar flora serta fauna termasuk orangutan.

Rekomendasi kegiatan di Aceh berikutnya yaitu Bukit Pantan Terong yang memiliki ketinggian 1.830 meter di atas permukaan laut.

Banyak wisatawan berbondong-bondong untuk mendaki bukit ini karena ingin menikmati pemandangan yang menakjubkan dari atas bukit.

3. Masjid Baiturrahman dan PLTD Apung

Masjid Raya Baiturrahman sering disebut sebagai Masjid Raya yang terletak di kota Banda Aceh. Masjid ini dibangun pada abad ke-19 pada masa kolonial Belanda.

Begitu Anda masuk ke komplek masjid, Anda akan dimanjakan dengan kubah-kubah yang menjulang indah serta karta seni Islam.

Selain berkunjung ke Masjid Raya, Anda juga dapat mengunjungi PLTD Apung yang merupakan nama sebuah kapal besar.

Sejumlah pengunjung menikmati liburan di komplek wisata situs tsunami PLTD Apung, Desa Punge, Blancut, Banda Aceh, Aceh, Sabtu (1/8/2020). Sejak hari pertama liburan Idul Adha 1441 Hijriah, situs tsunami PLTD Apung yang baru selesai direnovasi itu mulai ramai pengunjung, namun pemerintah setempat membatasi jumlah pengunjung dan memperketat protokol kesehatan dengan menerapkan wajib masker, pengecekan suhu badan, dan cuci tangan guna mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Ampelsa/hp.Sejumlah pengunjung menikmati liburan di komplek wisata situs tsunami PLTD Apung, Desa Punge, Blancut, Banda Aceh, Aceh, Sabtu (1/8/2020). (ANTARA FOTO/Ampelsa)

Ketika tsunami melanda Aceh, kapal tersebut terseret ke daratan dan dijadikan tempat penghormatan bagi korban yang meninggal saat tsunami menerjang kota.

Anda bahkan dapat naik ke atas kapal dan dari dek kapal, mata Anda bakal dimanjakan dengan pemandangan yang membentang ke seluruh kota.

[Gambas:Instagram]



7 Ide Pelesiran di Aceh, dari Ngopi sampai Surfing

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK